Ungkap Kasus Narkoba Mengalami Kenaikan
KOTA - Angka kriminalitas dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Mojokerto Kota mengalami penurunan selama tahun 2024. Di sisi lain, tingkat pengungkapan perkara narkoba meningkat di banding tahun sebelumnya.
Kapolres Mojokerto Kota AKBP Daniel S. Marunduri menyatakan, sebanyak 318 tindak pidana kriminalitas dilaporkan selama tahun lalu. Jumlah itu menurun 19,7 persen dibanding kasus pada tahun 2023 yang mencapai 396 perkara.
Menariknya, ketika jumlah kasus turun, tingkat penyelesaiannya justru meningkat. Yakni, dari 232 kasus pada tahun 2023 menjadi 313 pada tahun 2024 lalu. Dengan demikian, setidaknya tinggal 5 kasus yang belum tuntas pada tahun lalu. ”Ini menunjukkan penanganan pidana oleh kepolisian lebih baik. Di mana, jumlah perkara menurun dan penyelesaiannya sangat tinggi,” jelas Daniel dalam rilis akhir tahun di mapolres, Selasa (31/12) lalu.
Adapun jenis perkara kriminalitas yang mendominasi selama tahun lalu adalah penipuan dengan 67 kasus, disusul pencurian dengan pemberatan (bobol rumah kosong) 35 kasus, serta pencurian biasa 30 kasus. ”Wilayah kita memang daerah kota dan banyak orang yang melapor kasus penipuan,” katanya.
Perkara menonjol yang telah diungkap satreskrim seperti TPPO seks threesome, pembunuhan, serta aksi gangster. Selain perkara kriminalitas, Daniel menambahkan, kasus kecelakaan juga menurun dari 371 kejadian pada tahun 2023 menjadi 357 sepanjang tahun lalu. Namun demikian, jumlah korban meninggal justru meningkat dari 51 menjadi 54 orang.
Sedangkan ungkap kasus oleh satresnarkoba, lanjut Daniel, sebanyak 114 perkara telah ditangani. Jumlah ini naik 75 persen dari tahun 2023 yang hanya 65 kasus. Perkara narkoba paling besar adalah pengungkapan TPPU sabu dengan barang bukti aset senilai Rp 2,5 miliar. Meliputi, 4 unit mobil, 3 motor, HP, serta uang tunai. ”Ada juga penungkapan perkara satu juta butir pil koplo senilai Rp 3 miliar,” tandasnya. (adi/ris)
Editor : Hendra Junaedi