Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Perangkat Desa Diduga Berniat Tilap Beras Bantuan

Martda Vadetya • Kamis, 10 Oktober 2024 | 15:05 WIB
DALAM PENYELIDIKAN: Mobil pikap bermuatan puluhan karung beras bantuan pemerintah untuk sementara diamankan di Mapolsek Jatirejo, kemarin (9/10).
DALAM PENYELIDIKAN: Mobil pikap bermuatan puluhan karung beras bantuan pemerintah untuk sementara diamankan di Mapolsek Jatirejo, kemarin (9/10).

 

 JATIREJO - Warga Desa Baureno, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto digegerkan dugaan penyelewengan puluhan karung beras bantuan pemerintah. Mirisnya, aksi yang diduga dilakukan oleh tiga oknum perangkat desa setempat itu dipergoki warga. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Mojokerto, beras kemasan 10 kilogram (kg) tersebut merupakan bantuan cadangan beras pemerintah (CBP) tahap III besutan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang didistribusikan melalui PT Pos Indonesia. 

 Kecurigaan warga berawal ketika bantuan disalurkan ke balai desa setempat, Selasa (8/10) pagi. Menginjak sekitar pukul 14.00, penyaluran bagi sekitar 500 warga penerima bantuan mendadak dihentikan Pemerintah Desa (Pemdes) Baureno. ”Padahal, belum semuanya kebagian bantuan itu. Dan berasnya masih ada,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

 Hal ini, membuat warga curiga. Terlebih, penyaluran bantuan pada dua tahap sebelumnya tuntas dalam waktu sehari. Sementara, diam-diam warga membuntuti mobil pikap Daihatsu Grand Max warna putih nopol S 9275 NG berpenumpang tiga oknum perangkat, serta bermuatan sekitar 80 sak beras meninggalkan balai desa. Tiga oknum perangkat tersebut masing-masing AS, IN, dan MA. ”Yang ikut buntuti pikap ini ada sekitar 15 warga,” terangnya.

 Pikap tersebut mengarah dan diparkir di garasi rumah mertua salah satu perangkat yang membuka usaha toko kelontong di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan. Seketika itu, warga menggerebek ketiga oknum perangkat Desa Baureno yang disinyalir hendak menilap beras bantuan pemerintah tersebut. ”Sudah ada beberapa, sekitar 3 sak beras yang diturunkan. Mereka juga ada di dalam rumah itu,” ungkap pria paro baya itu. Warga lantas menggiring ketiganya berikut mobil pikap kembali ke balai desa untuk diklarifikasi bersama kepala desa.

 Kepala Desa Baureno Abdori mengaku mengetahui adanya dugaan aksi penyelewengan yang dilakukan bawahannya setelah ada warga yang mengadu. Sebab, beberapa jam sebelum penyaluran bantuan dihentikan, ia pulang lebih dulu dari balai desa. ”Saya tidak pernah memerintah seperti itu. Malahan, baru tahu setelah warga geger,” katanya.

 Abdori menyebut, Selasa (8/10) malam pihaknya langsung menggelar musyawarah dadakan di balai desa. Dia lantas melayangkan laporan polisi ke Mapolsek Jatirejo lantaran ketiga perangkatnya terindikasi berbuat nakal.  ”Sudah saya sampaikan di depan warga, kalau saya tidak akan melindungi perangkat. Saya bersama warga, karena beras itu hak warga. Tadi (Selasa) malam mereka (ketiga perangkat) dan saya sudah dimintai keterangan di polsek,” tandasnya.

Kapolsek Jatirejo AKP Syaiful Isro membenarkan adanya polemik di Desa Baureno tersebut. Kini petugas tengah menelisik dugaan aksi penyelewengan puluhan sak beras bantuan pemerintah tersebut. Barang bukti mobil pikap berikut muatannya diamankan di Mapolsek Jatirejo. ”Sudah kami tangani. Sedang kami proses lebih lanjut,” ungkap Isro. (vad/ris)

 

 

Editor : Hendra Junaedi
#jatirejo mojokerto #penyelewengan #raskin