KABUPATEN - AZ, 15, santriwati MBI Amanatul Ummah yang yang ditemukan tergeletak di belakang asrama putri sempat dilarikan ke IGD RSUD Sumberglagah Pacet, Rabu (31/7) lalu.
Dokter menyebut AZ sudah tak bernyawa dengan luka berat akibat benturan dengan benda tumpul di kepala.
Hal ini diutarakan Kepala Seksi Pelayanan Medis (Kasi Yanmed) RSUD Sumberglagah Pacet dr Praviko Rahmadho.
Pihaknya menyebutkan remaja putri asal asal Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang ini sudah tak bernyawa saat tiba di IGD kala itu. ’’Kemungkinan besar korban sudah meninggal saat di tempat kejadian perkara (TKP),’’ ungkapnya.
Dia menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan luar terdapat sejumlah luka pada tubuh AZ. Mulai dari memarnya area pipi dan bibir, pendarahan hidung hingga memar di kepala atas bagian tengah.
’’Ada bengkak di kepala sekitar 14 sentimeter atau hampir sekepalan tangan di kepala korban. Bekas luka yang paling jelas itu. Jadi tergolong luka cedera kepala berat,’’ urai dr Viko, sapaan karibnya.
Menurutnya, cedera kepala berat tersebut jadi faktor utama tewasnya AZ. ’’Dari pemeriksaan luar, dugaannya trauma kepala itu yang membuat korban meninggal. Karena dari bagian tubuh lain memang tidak ditemukan luka yang parah,’’ sebut dr Viko.
Meski begitu, tim medis tak bisa bicara banyak soal penyebab luka yang diderita korban.
Viko tidak menampik jika korban dimungkinkan terluka akibat jatuh dari ketinggian. Pihaknya mendapat informasi jika korban ditemukan dalam kondisi miring dengan kepala tertekuk.
’’Kami tidak bisa pastikan penyebabnya. Yang jelas, itu luka karena benda tumpul bukan karena benda tajam. Kemungkinan karena jatuh memang bisa. Tetapi untuk memastikan itu butuh pemeriksaan autopsi lebih lengkap,’’ papar Viko.
Ditambahkannya, pihak keluarga tidak berkenan jika jasad AZ diautopsi. Oleh rumah sakit, jasad AZ diserahkan ke kekeluarga sesuai prosedur yang berlaku.
’’Pihak keluarga tidak berkenan kalau diautopsi. Itu disaksikan oleh pihak pondok dan kepolisian,’’ urainya.
Sebelumnya, AZ, 15, santriwati kelas X MA MBI Amanatul Ummah Desa Kembangbelor, Kecamatan Pacet, Mojokerto, ditemukan tewas di dekat selokan belakang asrama putri, Rabu (31/7) lalu.
Diduga kuat, dia terjatuh dari dari lantai 3 asrama usai meloncat dari jendela kamarnya. Polisi menduga, saat itu korban hendak kabur dari asrama lantaran tidak kerasan mondok. (vad/fen)
Editor : Hendra Junaedi