RADAR MOJOKERTO – Selama kehamilan dan persalinan, seorang wanita mengalami perubahan fisik, hormonal, dan emosional yang sangat besar.
Tak jarang mereka merasakan perasaan sedih dalam beberapa hari. Di sini tubuh dan emosi mereka beradaptasi dengan kondisi baru.
Baca Juga: Polwan Bakar Suami karena Judi Online, Ini Tanggapan Menkominfo
Depresi peripartum dan baby blues syndrome merupakan kondisi yang saling berkaitan tetapi berbeda.
Depresi peripartum dulunya disebut sebagai depresi postpartum. Akan tetapi, istilah yang digunakan saat ini adalah depresi peripartum karena diagnosis ini tidak hanya mencakup depresi setelah persalinan tetapi juga depresi sejak kehamilan.
Baby blues syndrome merupakan gangguan yang bersifat ringan dan sementara.
Gangguan ini terjadi setelah persalinan pertama selama beberapa minggu.
Sementara itu, depresi peripartum merupakan gangguan mood yang bersifat lebih serius dan dapat bertahan hingga beberapa bulan atau setahun jika tidak ditangani dengan tepat.
Oleh karena itu, penting bagi ibu baru dan orang-orang di sekitarnya untuk mengenali perbedaan baby blues dan depresi setelah melahirkan. Berikut adalah beberapa perbedaan tersebut.
- Gejala yang dialami
Ibu yang mengalami baby blues syndrome akan menunjukkan beberapa gejala seperti merasa sedih, cemas, mudah tersinggung, gangguan tidur, perubahan nafsu makan, dan kelelahan.
Meskipun demikian, gejala yang dirasakan tidak memengaruhi kegiatan sehari-hari dan masih mampu merawat bayi.
Dalam kasus depresi postpartum, gejala yang dialami akan lebih serius. Ibu akan mengalami halusinasi, kurang tidur selama beberapa malam, dan adanya delusi.
Halusinasi merupakan gejala saat indra seseorang mengalami hal yang tidak nyata, sedangkan delusi adalah gangguan mental yang menyebabkan seseorang meyakini sesuatu yang sebenarnya tidak terjadi.
- Tingkat keparahan dan dampak
Perbedaan tingkat keparahan di antara baby blues dan depresi postpartum. Singkatnya, depresi setelah melahirkan bisa dikatakan sebagai bentuk gangguan mental yang lebih parah dari baby blues.
Baby blues umumnya hanya terjadi sementara dan bisa menghilang dengan sendirinya tanpa perawatan apa pun.
Sementara itu, depresi postpartum lebih parah sehingga membutuhkan perawatan medis segera. Bila dibiarkan, bentuk depresi ini bisa bertahan hingga berbulan-bulan atau bahkan lebih lama.
- Penyebab baby blues dan depresi postpartum
Pada dasarnya, tidak ada perbedaan mendasar di antara penyebab baby blues dan depresi setelah melahirkan.
Pasalnya, kedua kondisi ini dinilai sama-sama terjadi karena kombinasi faktor hormon dan perubahan fisik setelah melahirkan.
Namun, menurut Help Guide, stres setelah melahirkan juga bisa berperan dalam menyebabkan depresi postpartum. Stres biasanya terjadi karena Anda baru pertama kali merawat bayi sehingga sering cemas dan kewalahan hingga kurang tidur. (Laila Adila)
Editor : Imron Arlado