RADAR MOJOKERTO – Baby Blues syndrome merupakan gangguan psikologis yang dialami oleh seorang wanita setelah melahirkan.
Ini dapat terjadi karena perubahan rutinitas yang baru, dari jadwal tidur, peran yang baru, hingga tanggung jawab baru bagi seorang ibu.
Namun dapat juga diakibatkan karena perubahan hormon seorang ibu setelah melahirkan.
Selain itu calon ibu yang belum siap melahirkan dan merawat anak, juga dapat memicu terjadinya gejala syndrome tersebut.
Tidak semua wanita mengalami baby blues syndrome, tapi kebanyakan dari 85 persen wanita mengalami hal ini.
Kebanyakan terjadi pada seorang wanita yang baru menjadi seorang ibu atau pertama kalinya menjadi orang tua.
Dimana yang biasanya suka merawat dirinya sendiri, kini harus bisa membagi waktu dengan sang anak. Belum juga jika bayi sering menangis tengah malam yang dimana bisa mengganggu istirahat kita.
Sehingga banyak ibu yang mengalami stress ringan hingga berat yang belum pernah mereka alami. Kondisi seorang yang mengalami baby blues syndrome ini cenderung terjadi pada hari ke 2 atau ke 3 pasca melahirkan.
Serta umumnya berlangsung selama beberapa hari kadang paling lama bisa sampai 2 mingguan.
Mencapai batas 2 mingguan ibu mengalami Baby Blues syndrome, hal ini berdampak seorang ibu akan merasa sulit untuk menerima peran baru.
Ibu mungkin akan merasa bersalah karena tidak merasakan kebahagian yang diharapkan pasca melahirkan. Hal ini dapat mempengaruhi hubungan anak dan ibu, karena ibu merasa tidak pantas dan tidak bisa menjadi ibu yang baik bagi sang anak. (Risa Widya)
Editor : Imron Arlado