JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Kasus Vina yang meninggal secara tragis ini masih menjadi perbincangan di kalangan masyarakat Indonesia.
Saat ini terdapat 3 pelaku yang masih dalam pencarian aparat polisi.
Kini juga beredaran salah satu pelaku yang menjadi sangat viral hingga menimbulkan banyak perdebatan serta kebingungan oleh para netizen Indonesia yang ikut membantu mengungkap para pelaku yang masih belum tertangkap sampai detik ini pada kasus pembunuhan Vina Cirebon pada tahun 2016 lalu.
Saka tatal atau Muhammad Rizky merupakan salah satu terpidana yang telah bebas dalam kasus pembunuhan Vina Dewi dan kekasihnya.
Setelah bebas Saka Tatal langsung angkat bicara mengenai kasus Vina Cirebon.
Saka mengaku bahwa ia menjadi korban salah tangkap. Saka tatal juga menyebutkan bahwa dirinya terpaksa mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya karena sudah tidak tahan menghadapi siksaan dari oknum anggota kepolisian.
Akibat pengakuan yang mengejutkan itu, sosok Saka Tatal ramai disorot publik dan menarik perhatian publik hingga netizen.
Pengakuan Saka sebagai korban salah tangkap yang telah ia sampaikan dalam wawancara awak media, Sabtu (18/5). Dengan didampingi oleh pengacaranya Titin Prialianti.
“Malah saya ditangkap tanpa sebab apapun. Tanpa penjelasan apapun lalu dibawa. Sampai di polresta saya dipukuli, disuruh mengakui apa yang bukan saya lakukan, saya dipukuli, di tendang, disiksa segala macam sampai disetrum” ujarnya.
Pemuda 23 tahun ini mengaku ia merupakan korban salah tangkap. Ia juga bercerita bahwa ia tidak tahu kronologi pembunuhan Vina dan Eky yang terjadi pada 27 Agustus 2016 lalu.
Namun, Saka Tatal malah ditangkap atas kasus pembunuhan Vina dan Eky hingga ia di penjara bertahun-tahun.
Oleh karena itu, Saka berani untuk mengungkap fakta versinya terkait kasus Vina Cirebon.
Saka mengatakan bahwa ia seharusnya dipenjara selama 8 tahun, karena adanya remisi Saka Tatal hanya di penjara selama 4 tahun.
Dengan gugup, Saka pun mengurai fakta soal 3 pelaku kasus Vina Cirebon yang masih menjadi buronan.
Ia juga menegaskan bahwa dia tidak mengenal sama sekali sosok Vina dan Eky yang menjadi korban pembunuhan.
"Masalahnya saya aja enggak tahu, saya aja jadi korban salah tangkap. Saya waktu di posisi itu saya ada di rumah sama paman saya. Iya, Saya tidak mengenal sama sekali ketiganya. Korban dua-duanya juga saya tidak pernah kenal sama sekali " pungkas Saka Tatal dengan gugup.
Titin Prialianti selaku pengacaranya, ia mengungkapkan bahwa kliennya masih trauma atas kasus Vina Cirebon. (Yeni Trihapsari)
Editor : Imron Arlado