Kali ini, penyelidikan dialihkan di sejumlah obyek vital seperti terminal, stasiun, hingga mal.
Termasuk di pusat pengiriman barang atau ekspedisi yang berpotensi menjadi jalur efektif untuk bertransaksi barang terlarang.
Kasatnarkoba Polres Mojokerto Kota, AKP Mochammad Suparlan mengatakan, peredaran narkoba mulai dari ekstasi hingga pil dobel L diprediksi akan menurun selama libur lebaran tahun ini.
Prediksi ini berdasarkan sifat dan kebiasaan para pemakai yang enggan bersosialisasi dengan banyak orang. Sehingga saat lebaran seeprti saat ini, mereka memilih tidak memakai sementara waktu sampai musim mudik berakhir.
’’Yang jelas akan menurun, karena banyaknya arus mudik. Narkoba itu bisa berkembang karena kurangnya pengawasan baik dari petugas maupun keluarga. Jadi, ketika semua keluarga kumpul saat lebaran, mungkin tidak banyak oknum yang menggunakan narkoba,’’ ungkapnya.
Meski demikian, Suparlan tetap menegaskan kepada anggotanya untuk terus mengawasi setiap pergerakan yang mencurigakan. Utamanya di pusat-pusat perdagangan dan transportasi penumpang, seperti pasar, mal, terminal, hingga stasiun.
Sebab, tidak dipungkiri tingginya perpindahan manusia dan barang di obyek vital turut diikuti peredaran narkoba. Hal ini dianggap para pengedar cukup efektif untuk mengelabuhi pengawasan petugas.
’’Tetap, anggota kami akan terus mengawasi setiap pergerakan yang mencurigakan di tempat-tempat umum. Karena bisa jadi dimanfaatkan oknum pengedar untuk bertransaksi,’’ tandasnya.
Di Kota Mojokerto, peredaran narkoba lebih banyak didominasi jenis sabu, ganja hingga dobel L. Sebagian besar beredar di tempat-tempat hiburan seperti karaoke hingga rumah kos.
Pemakainya juga beragam, mulai dari kalangan pekerja karir hingga buruh kasar seperti kuli bangunan, sopir, hingga pedagang di pasar.
Mereka menganggap fisiknya akan menjadi lebih kuat setelah mengonsumsi zat narkotika dan psikotropika. ’’Karena konsumen sekarang beragam, kami juga menyelidikinya lebih ekstra,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah