Satreskrim Polres Mojokerto Kota masih harus menunggu laporan hasil kajian tim laboratorium forensik (labfor) Polda Jatim sebelum menentukan asal usul munculnya api.
Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Achmad Rudi Zaeny mengatakan, sampai saat ini laporan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) belum dikeluarkan labfor Polda Jatim.
Meski tenggat waktu telah melebihi dua pekan, namun tim analisis tak kunjung memberikan tembusan. ’’Kami belum menerima salinan hasil analisis labfor. Artinya, tetap diminta menunggu sampai selesai,’’ ungkapnya.
Sejatinya, hasil analisis bisa cepat keluar jika data yang dikantongi penyidik terpenuhi semua. Mulai dari tata letak konstruksi bangunan, perabotan yang mengisi, hingga saluran listrik yang berada di dalam ruangan kantor dan administrasi manajemen rumah sakit tersebut.
Namun Rudi mengakui, sampai saat ini pihaknya belum mengetahui sebab musabab analisis tersebut tak kunjung keluar.
’’Kami sifatnya hanya menunggu, nanti akan kami beritahukan jika sudah ada kejelasan,’’ imbuhnya.
Proses olah tempat kejadian perkara (TKP), 23 Maret lalu difokuskan pada dua ruangan yang luluh lantak akibat kobaran api, yakni di ruang administrasi dan arsip, serta ruang rapat direksi.
Lima petugas labfor dibantu empat petugas INAFIS Polres Mojokerto Kota turun langsung mengidentifikasi setiap ruangan yang porak poranda.
Proses olah TKP berjalan hingga lima jam lebih, terhitung mulai pukul 09.30 hingga 15.00. Sejumlah bagian ruangan dan barang juga turut diberi garis polisi agar steril dari sentuhan manusia lantaran kondisinya yang masih rawan terbakar kembali.
Bahkan, tim juga harus berjibaku dengan asap yang masih mengepul dari beberapa barang yang berserakan di lokasi.
’’Proses identifikasi dan olah TKP telah berjalan selama sehari penuh,’’ ujar Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Daniel S. Marunduri.
Mantan Kasatnarkoba Polrestabes Surabaya ini juga enggan berspekulasi atau menduga terkait pemicu kebakaran.
Meski sejumlah pihak sempat menduga api berasal dari hasil hubungan arus pendek listrik, namun hal itu diakui Daniel belum bisa dibuktikan kebenarannya. ’’Saat ini kami fokus pengamanan Lebaran dulu,’’ pungkasnya. (far/ron)
Editor : Fendy Hermansyah