RADARMOJOKERTO - Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto memastikan kondisi bayi malang yang dibuang ibu kandungnya sendiri, LDA, terus membaik.
Bersama sang ibu, warga Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, keduanya saat ini menjalani perawatan medis di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari.
Ihram mengungkapkan, selama proses penyelidikan, dihadapan petugas, LDA mengaku melakoni persalinan secara mandiri.
Persalinan tanpa bantuan bidan atau tenaga medis itu dilakukan di kamar mandi rumahnya pada
Senin (8/4) sekitar pukul 02.30 atau bersamaan dengan waktu sahur.
Saat sahur pelaku merasa sakit petut dan mengalami ketuban pecah.
Tanpa bantuan tenaga medis, pelaku akhirnya melahirkan bayi perempuan tersebut.
Ironisnya oleh pelaku ari-ari dibuang ke dalam kloset.
Tak lama berselang, dengan berjalan kaki bayi yang baru dilahirkan tersebut justru ditelantarkan di bawah rumpun bambu pekarangan belakang rumah Heri.
Jarak rumah pelaku dengan lokasi pembuangan sekitar100 meter.
"Proses persalinan dilakukan seorang diri karena kepanikan. Kemudian bayi ditelantarkan di bawah rumpun bambu seolah tidak terjadi apa-apa," ungkap polisi lulusan Akpol 2005 ini.
Ihram menegaskan, kini kondisi bayi malang tersebut kini terus membaik.
Bersama sang ibu, keduanya kini tengah menjalani perawatan intensif di RSUD Prof dr Soekandar Mojosari.
"Bayinya dalam kondisi sehat walafiat. Karena baru saja melahirkan dan masih nifas, pelaku juga dirawat di rumah sakit. Namun tetap tidak menanggalkan pelanggaran hukum yang dilakukan," tegas Irham.
Akibat perbuatannya, LDA dijerat pasal berlapis.
Yakni, pasal 305 KUHP dan atau pasal 307 KUHP dan atau pasal 76B juncto pasal 77B Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
Ancaman pidananya selama 5 tahun 6 bulan.
Sebelumnya, warga RT 2/ RW 1 Dusun Kedaton, Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan, digegerkan dengan penemuan bayi perempuan, Senin (8/4) pagi.
Bayi malang itu kali pertama ditemukan Heri, pemilik rumah, saat hendak memberi makan ternak.
Dalam kondisi lemas kotor dan dikerubuti semut tanpa memakai busana.
Baca Juga: Pj Wali Kota Mojokerto Ancam Sanksi ASN Jika Pakai Kendaraan Dinas untuk Mudik dan Liburan
Warga lantas membawanya ke bidan desa untuk mendapat pertolongan medis.
Editor : Moch. Chariris