Tim laboratorium forensik (labfor) Polda Jatim turut diterjunkan guna mengidentifikasi penyebab dan awal mula munculnya titik api.
Proses olah tempat kejadian perkara (TKP) difokuskan pada dua ruangan yang luluh lantak akibat kobaran api, yakni di ruang administrasi dan arsip, serta ruang rapat direksi.
Lima petugas labfor dibantu empat petugas INAFIS Polres Mojokerto Kota turun langsung mengidentifikasi setiap ruangan yang porak poranda.
Proses olah TKP berjalan panjang, yakni hingga lima jam lebih, terhitung mulai pukul 09.30 hingga 15.00.
Sejumlah bagian ruangan dan barang juga turut diberi garis polisi oleh polisi agar steril dari sentuhan manusia lantaran kondisinya yang masih rawan terbakar kembali.
Bahkan, tim juga harus berjibaku dengan asap yang masih mengepul dari beberapa barang yang berserakan di lokasi.
’’Proses identifikasi dan olah TKP berjalan mulai pagi dan selesai sore pukul 15.00,’’ ujar Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Daniel S. Marunduri.
Namun Daniel belum bisa menyimpulkan penyebab dari terbakarnya gedung yang berlangsung sejak pukul 02.30 atau menjelang waktu sahur itu.
Hingga kemarin, tim labfor masih harus menganalisa lebih dulu hasil identifikasi sebelum menyimpulkan asal mula api, apakah karena kesalahan teknis atau karena human eror.
Pihaknya juga fokus pada penjagaan dan pengamanan lokasi agar tidak lagi muncul titik api untuk kedua kalinya.
’’Masih menunggu hasil kajian tim Labfor Polda Jatim untuk mengidentifikasi TKP (tempat kejadian perkara),’’ tandasnya.
Mantan Kasatnarkoba Polrestabes Surabaya ini juga enggan berspekulasi atau menduga terkait pemicu kebakaran.
Meski sejumlah pihak sempat menduga api berasal dari hasil hubungan arus pendek listrik, namun hal itu diakui Daniel belum bisa dibuktikan kebenarannya. ’’Saat ini kami fokus pengamanan tempat kejadian perkara dulu,’’ tegasnya.
Sebelumnya kebakaran ruang kantor dan arsip rumah sakit milik PT Nusantara Medika Utama ini kali pertama diketahui tiga petugas keamanan saat hendak makan sahur.
Mereka lantas bergegas memadamkan api di ruang gedung arsip di lantai dua. 15 buah Apar turut disemprotkan ke dalam ruangan namun tak mempan.
’’Salah satu petugas mau ambil makan sahur. Ternyata ada asap dari ruang AK dan S. Terus kami bertiga ke atas memadamkan dengan apar,’’ ujar securiti RS Gatoel, Hartono.
Api bahkan kian tak terkendali dan membumbung tinggi hingga menghanguskan sebagian atap di sisi timur gedung.
Enam mobil pemadam kebakaran (damkar) dari Pemkot, BPBD Kabupaten Mojokerto, PT Inti Dragon hingga PMK Gama diterjunkan guna menjinakkan api. Selama dua jam upaya pembasahan berjalan.
Sejumlah pasien dan pengunjung rumah sakit yang menempati di lantai bawah, tepatnya di ruang kandungan turut dievakuasi menjauh dari gedung.
Kebakaran juga mengakibatkan lima petugas harus mendapat perawatan medis. Mereka dilaporkan sesak nafas hingga terluka saat berjibaku memadamkan api.
Yakni empat petugas internal rumah sakit yang pernafasannya terganggu akibat terlalu banyak menghirup asap pekat. Serta satu petugas damkar yang tangannya terluka akibat tertusuk paku saat menyemprotkan api ke dalam gedung.
’’Ada empat teman kami dari petugas internal rumah sakit yang sesak nafas diakibatkan asap. Dan juga satu petugas damkar yang tertusuk paku tapi sudah dilakukan pengobatan,’’ ungkap Pj. Wali Kota Mojokerto, M. Ali Kuncoro di lokasi.
Kelimanya langsung dirawat secara intensif pihak rumah sakit. Bahkan mereka telah kembali beraktivitas dan berjibaku memadamkan api.
’’Syukur alhamdulillah, tidak ada sesuatu yang terdampak fatal. Sudah dilakukan pengobatan dan terapi sehingga bisa kembali bekerja,’’ tandasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah