Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Pencarian Korban Hanyut di Pacet Mojokerto Dievaluasi, Hingga Hari Keenam Jasad Belum Ditemukan

Martda Vadetya • Jumat, 16 Februari 2024 | 16:25 WIB

JELAJAH MUARA: Tim SAR gabungan menyisir wilayah muara Kali Porong di hari keenam pencarian, Kamis (15/2).
JELAJAH MUARA: Tim SAR gabungan menyisir wilayah muara Kali Porong di hari keenam pencarian, Kamis (15/2).
KABUPATEN, Jawa Pos Radar Mojokerto – Tubuh Ari Budi Yuwono, 53, korban kecelakaan air di wilayah Pacet, masih belum ditemukan hingga hari keenam pencarian, Kamis (15/2) petang.

Meski tim search and rescue (SAR) gabungan telah menyisir muara Kali Porong tiga hari terakhir. Operasi SAR bakal dievaluasi hari ini setelah pencarian hari ketujuh tuntas digelar.

Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim menerangkan, tim SAR gabungan masih belum mendapati indikasi keberadaan korban hingga pencarian dihentikan sementara pukul 17.00.

Tubuh korban masih belum tampak di permukaan meski kondisi debit air di hari keenam pencarian relatif surut.

’’Korban masih belum ditemukan sampai hari keenam ini. Masih ada tanda-tanda keberadaannya. Dari nelayan setempat juga belum ada yang melihat,’’ ungkapnya, Kamis (15/2).

Dijelaskannya, fokus pencarian tidak berubah sejak Posko SAR dialihkan ke kawasan Dermaga Wisata Bahari Tlocor, Sidoarjo, Selasa (13/2).

Yakni, wilayah muara Kali Porong. ’’Kita sisir dari tepi sampai ke tengah sungai. Kalaupun ada tumpukan enceng gondok atau tanaman air lainnya, kita angkat semua. Tapi, masih nihil,’’ terang Khakim.

Hari ketujuh operasi SAR hari ini bakal tetap difokuskan di muara Kali Porong.

Mengingat kawasan tersebut merupakan titik terakhir dan terjauh dari aliran Kali Banyak, lokasi korban terseret air bah.

’’Hari ketujuh pencarian tetap kita lakukan di kawasan muara ini,’’ sebutnya.

Jika tubuh Ari Budi masih belum ditemukan hingga hari ketujuh pencarian dihentikan, kata Khakim, operasi SAR akan langsung dievaluasi.

Mengingat, SOP pencarian korban kecelakaan air dilakukan hingga tujuh hari pasca kejadian.

Semua pihak, termasuk keluarga korban, bakal dihadirkan saat evaluasi operasi SAR.

’’Kita sesuai prosedur. Kalau hari ketujuh nanti masih belum ditemukan, kita evaluasi bersama. Apakah nanti hasilnya dilakukan pemantauan atau bagaimana, nanti kami kabarkan lebih lanjut,’’ papar Khakim.

Sebelumnya, Ari Budi Yuwono, 53, dan Ririn Martiningsih, 53, dilaporkan terseret air bah saat main air bersama keempat ponakannya di Kali Banyak, Dusun Watutumang, Desa Candiwatu, Kecamatan Pacet, sekitar pukul 12.30 Sabtu (10/2).

Hujan deras yang menguyur membuat debit air anak Kali Kromong tersebut meningkat drastis.

Empat korban anak, AM, 15; IB, 10; AT, 6; dan KS, 6, berhasil mentas dari kali dan selamat.

Pasangan suami istri (pasutri) warga Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto yang ada di barisan paling belakang gagal selamat dari terjangan air bah.

Sekitar dua jam pasca kejadian, tubuh Ririn ditemukan dalam kondisi tewas di Kali Tunggulmoro, Desa Kutoporong, Kecamatan Bangsal.

Sedangkan tubuh Ari Budi hingga kini masih belum ditemukan.

Tubuh korban dikabarkan sempat tampak terseret arus di aliran Kali Sadar wilayah Mojosari dan Pungging. (vad/fen)

 

 

Editor : Fendy Hermansyah
#korban #mojokerto #hanyut