Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Korban Siswi SMP Kemlagi Mojokerto Dieksekusi di Area Pembakaran Sampah

Fendy Hermansyah • Jumat, 16 Juni 2023 | 05:43 WIB

GARIS POLISI: Rumah pelaku di Kecamatan Kemlagi masih terbentang police line, Kamis (15/6).
GARIS POLISI: Rumah pelaku di Kecamatan Kemlagi masih terbentang police line, Kamis (15/6).
Berjarak 200 Meter dari Rumah Pelaku

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - Lokasi eksekusi AE, 15, yang meregang nyawa diduga dari tangan AB, 15, rekan sekelasnya di SMP Negeri di Kemlagi ternyata jauh dari permukiman warga. Selain berada di area persawahan, tempat pelaku membekap dan mencekik korban hingga tewas juga dekat dengan area pembakaran sampah yang berjarak 200 meter dari rumah pelaku. Dengan cara itu, aksi pelaku tidak banyak diketahui warga hingga jasad korban ditemukan usai 29 hari dinyatakan hilang.

Untuk bisa sampai ke lokasi pembunuhan, aksesnya berupa jalan cor beton selebar 1,5 meter. Saat beraksi, AB lebih dahulu mengendap-endap dari belakang korban. Seketika kemudian leher korban dibekap dari belakang lalu dicekik agar tak bersuara. ''Pengakuannya pelaku ini mengendap-endap dari belakang langsung membekap dan mencekik leher korban,'' ungkap Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Bambang Tri Sutrisno.

Sejatinya korban saat itu masih hidup namun tak berdaya. AB lantas membawa tubuh korban ke rumahnya yang biasa dijadikan tempat pembubutan ayam dengan menaruhnya di sela-sela motor Honda Beat Nopol S 2855 TL. ''Informasinya korban masih ada suara ngorok namun tidak sadar. Dibawa ke rumahnya yang dijadikan tempat pembubutan ayam dengan tubuh korban diinjak di sela-sela motor korban agar tidak jatuh,'' tandasnya.

Untuk sampai ke rumahnya, pelaku harus melalui jalan cor beton di tengah sawah, lalu lahan kaveling yang belum banyak dibanguni rumah. Rumah AB menghadap ke barat, persis di sebelah utara lahan kavlingan tersebut. Dia lantas memasukkan jasad AE ke kolong tempat tidur di dalam rumah kosong tersebut. Sembari menunggu MA, 19, pelaku lain yang menunggu panggilan AB pasca eksekusi. ''Korban langsung dimasukkan ke kolong tempat tidur dan dicekik lagi sampai meninggal dunia,'' imbuhnya.

Rumah berdinding oranye di Kecamatan Kemlagi ini dulunya rumah orang tua AB. Mereka pindah ke rumah yang menghadap ke Jalan Raya Desa Kemlagi sebelah utara rumah ini. Sedangkan persis di sebelah kanan rumah ini merupakan tempat tinggal kakek dan nenek pelaku. Di pekarangan sebelah kiri rumah banyak kolam untuk mencuci ayam. Ada pula gubuk beratapkan seng di pekarangan tersebut.

GARIS POLISI: Rumah pelaku di Kecamatan Kemlagi masih terbentang police line, Kamis (15/6).
GARIS POLISI: Rumah pelaku di Kecamatan Kemlagi masih terbentang police line, Kamis (15/6).

AB sempat meninggalkan jasad korban bersama MA yang sudah datang. Dia lantas mencari karung dan beli tali rafia untuk membungkus mayat korban. Saat itulah MA beraksi. Dia menyetubuhi korban yang sudah tak bernyawa hingga dua kali. Sedangkan sepeda motor korban disimpan di rumah kakek dan nenek AB persis di sebelahnya. ''Tetangga saat itu tidak ada yang tahu. Kami tidak menyangka dia (AB) sampai berani membunuh," jelas tetangga dekat AB, Suyatno.

Selesai dibungkus karung, kedua pelaku bergegas membuang mayat korban dengan menggunakan motor Yamaha X-Ride warna biru nopol S 3736 SO milik AB. Mayat AE lalu dibuang di parit bawah rel kereta api (KA) Desa Mojoranu, Sooko, Mojokerto sekitar pukul 23.00 WIB.

Setelahnya, AB dan MA menjual ponsel korban di konter. Hasil penjualan senilai Rp 1 juta dibagi berdua. Sedangkan motor yang dikendarai korban dipereteli dan disimpan di belakang rumah AB. Mayat siswi SMP itu baru berhasil ditemukan polisi tepat 29 hari kemudian, atau Selasa (13/6) dini hari. Jasad AE bisa ditemukan setelah tim dari Satreskrim Polres Mojokerto Kota meringkus AB dan MA berdasarkan riwayat chat di ponsel korban yang ditemukan polisi dari seseorang yang membeli di konter. (far/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#siswi smp #pembunuhan #kemlagi