Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Remaja Terduga Pembunuh Siswi SMP di Mojokerto Dikenal Temperamental dan Pembuat Onar

Fendy Hermansyah • Rabu, 14 Juni 2023 | 21:42 WIB
PEMBUNUH KEJI: Mochammad Adi, 19, warga Dusun Randurejo, Desa Mojowatesrejo, Kabupaten Mojokerto pelaku dewasa pada kasus pembunuhan AE, siswi SMP Kemlagi dikeler petugas sebelum mengikuti pers rilis di Mapolres Mojokerto Kota, Rabu (14/6). (Sofan Kurniaw
PEMBUNUH KEJI: Mochammad Adi, 19, warga Dusun Randurejo, Desa Mojowatesrejo, Kabupaten Mojokerto pelaku dewasa pada kasus pembunuhan AE, siswi SMP Kemlagi dikeler petugas sebelum mengikuti pers rilis di Mapolres Mojokerto Kota, Rabu (14/6). (Sofan Kurniaw

KOTA, Jawa Pos Radar Mojokerto - AA,15, terduga pelaku anak pada kasus pembunuhan siswi SMP Kemlagi, AE, 15, dikenal sebagai remaja temperamental. Di sekolah, pelajar kelas XI E asal Kecamatan Kemlagi itu lekat dengan julukan si pembuat onar.

Riwayat kriminal dan kehidupan yang keras turut membentuk watak dan kepribadian AA. Kesehariannya, dia kerap menyembelih ayam karena membantu bisnis pembubutan milik ibuhnya. Kebiasaan itu ditaksir turut membuat AA tegar menghabisi nyawa AA, 15, teman kelas sekaligus mantan pacarnya.

Demikian seperti yang diungkapkan Kapolres Mojokerto Kota AKBP Wiwit Adisatria. Dia mengatakan, pembunuhan pada Senin (15/6) itu dilatarbelakangi dendam AA kepada AE. Tersangka jengkel karena dibangunkan saat tidur di kelas untuk membayar tagihan uang kas sebesar Rp 40 ribu.

Amarah itu gayung bersambut dengan rencana tersangka lain Mochammad Adi, 19, Dusun Randurejo, Desa Mojowatesrejo, Kemlagi, yang mencari sasaran begal karena butuh uang untuk servis HP. "Kedua tersangka bersepakat membegal korban," terangnya dalam konferensi pers di Mapolres Mojokerto Kota, Rabu (14/6).

Kapolresta melanjutkan, Adi juga menyarankan agar AA sekalian menghabisi korban untuk melampiaskan dendam. Eksekusi direncanakan keduanya secara matang. Termasuk, cara membunuh dengan dicekik bukan menggunakan sajam agar tidak meninggalkan bercak darah.

Pola demikian, sebut AKBP Wiwit, berkaitan dengan riwayat kriminal keduanya. Adi dan AA pernah 12 kali melakukan perampokan, jambret, dan pencurian motor secara bersama-sama.

Tak cuma itu, AA juga terbiasa membantu bisnis pembubutan ayam milik ibunya. Sejak SD, anak kedua dari tiga bersaudara itu biasa bangun pukul 02.00 dini hari untuk membantu menyembelih ayam. "Itulah mengapa anak ini sering mengantuk dan tidur di kelas. Informasi dari sekolah maupun orang tua, anak ini terperamental," jelas AKBP Wiwit.

Kapolresta menyebut, kebiasaan menyembelih ayam sekaligus catatan hitam di diri AA membuatnya jadi sosok berdarah dingin. Remaja kelas 9 SMP itu bisa tega menghabisi nyawa korban. Dia dengan tegar membunuh si bendahara kelas dengan cara mencekik.

"Di sekolah tidak ada yang berani sama AA ini, dia jagoan di sekolah. Dan kebiasaan menyembelih ayam itu juga membuatnya punya daya sehingga sampai hati membunuh korban," tandasnya.

Sosok AA sebagai pembuat onar di sekolah juga dibenarkan Ali Hamdi, 28, wali kelas tersangka dan korban. AA sering usil ke teman kelas dan kerap dipanggil guru BK. "Sering terlibat perkelahian," ucapnya. (adi/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#pelaku pembunuhan #remaja pembunuh #jalur tengkorak #Majapahit #kota onde-onde #siswi smp #Mojopahit #Kecelakaan #jalur pacet-cangar #sekolah soekarno muda #trawas #pacet #mojokerto update #laka lantas #mayat dibuang #mojokerto hari ini #wisata mojokerto #kuliner mojokerto #Kota Mojokerto #setubuhi #mojokerto #kemlagi #siswi dibunuh #mojokerto news #trowulan #onde-onde