Suami siri korban yakni Irfan Yulianto Putro, 25, sebelumnya mengetahui kebiasaan Shinta yang kerap kali menerima ajakan kencan berbayar alias Open BO. Pekerjaan itu rupanya tak disuaki Irfan. Terbakar rasa cemburu, Irfan pun melancarkan aksi jahatnya bersama rekannya Supaino Sanjaya, 35.
Aksi pembunuhan terhadap Sinta berlangsung Minggu (16/4) malam. Perempuan asal Dusun Setono, Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, itu tewas usai diracun. Aksi tersebut dirancang oleh Irfan. ”Pelaku ini cemburu dan tidak suka karena istri sirinya itu open BO,” ujar Kanitreskrim Polsek Mojosari Ipda Bamban Sunandar.
Dalam menjalankan aksinya, Irfan menyuruh Supaino untuk memesan jasa open BO korban lewat aplikasi MiChat. Setelah disepakati harga Rp 400 ribu, Supaino lantas datang ke kamar kos korban sekitar pukul 19.15 dengan mengendarai motor Honda Vario nopol W 3558 VS. ”Pelaku Irfan tidak ikut masuk ke kos, dia hanya menunjukkan lokasi kosnya,” imbuh Bambang.
Tersangka membawa makanan berupa jus melon, udang mentah, dan terang bulan yang telah dicampur dengan racun tikus merek Temix. ”Racunnya dari Irfan, berupa bubuk dan cair. Racun itu dicampurkan ke makanan dan minuman itu oleh Sutiono,” bebernya.
Setiba di kamar kos korban, Supaino langsung menyerahkan makanan tersebut. Setelah memastikan korban menyantap makanan, pelaku bergegas pergi. Sebab, korban langsung menyadari makanan yang dibawa pelaku terasa aneh. ”Korban sempat marah karena makanannya pahit. Dia suruh pelaku bawa balik sisa makanannya itu,” imbuhnya. Keduanya tak sampai melakukan hubungan badan. Supaino langsung pergi dan meninggalkan uang Rp 100 ribu untuk korban.
Selang sekitar satu jam, korban mulai mengalami gejala keracunan. Kepada tetangga kosnya, dia mengeluh pusing dan tenggorokannya sakit. Ibu satu anak itu juga merasakan tubuhnya lemas dan mual-mual. Korban sempat dilarikan ke RSUD Prof dr Soekandar, Mojosari, sekitar pukul 22.00 nyawanya tak tertolong. Senin (17/4) sekitar pukul 03.35, korban dinyatakan meninggal dengan mulut mengeluarkan busa.
Oleh petugas kepolisian, jenazah korban dibawa ke RS Pusdik Brimob Porong, Sidoarjo, untuk proses otopsi. Kapolsek Mojosari Kompol Kariono mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, korban selama ini hanya tinggal di tempat kos. Dia sengaja menggunakan kamarnya itu untuk melayani pelanggan jasa open BO. Bahkan sekitar dua jam sebelum tewas diracun, korban baru selesai melayani seorang tamu. ”Dia ngekos memang dipakai untuk mendatangkan laki-laki begitu,” ucapnya.
Bambang menyebut, kedua pelaku sudah saling kenal cukup lama. Selain juga bekerja di tempat pengolahan udang, Irfan dikenal mendalami ilmu perdukunan dan Sutiono adalah salah satu pasiennya. ”Pelaku Irfan ini seperti punya ilmu dukun begitu. Dia pernah membantu Supaino sehingga Supaino percaya dan mau membantu meracun korban meski tak diberi imbalan,” tandasnya. Kemarin, kedua pelaku langsung ditahan di rutan Mapolres Mojokerto.
Sebelumnya diberitakan, Perempuan asal Kediri tewas diduga diracun di rumah kos, Dusun Nambangan, Desa Ngimbangan, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Korban diduga dihabisi oleh pria usai open booking order (BO), Minggu (16/4) malam.
Informasi yang dihimpun, korban adalah MW, 26, alias Sinta asal Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Kejadian nahas itu dialaminya sekitar pukul 22.00. Korban yang ditengarai menjalankan prostitusi online ini masuk ke kamar kos bersama seorang pria.
"Pria itu memberi makanan ke korban, tapi korban langsung kejang-kejang," kata petugas kepolisian yang menangani kasus ini, Senin (17/4). Kejadian itu membuat penghuni kos lain dan warga mendatangi korban. Mereka berusaha membawa korban ke rumah sakit terdekat. Namun nahas nyawanya sudah tak tertolong.
Saat kejadian itu berlangsung pria pasangan korban disebut sudah tidak ada di lokasi. Kasus ini langsung dilaporkan ke Polsek Mojosari dan Satreskrim Polres Mojokerto. Oleh polisi, malam itu juga jenazah korban dibawa ke RS Pusdik Brimob Porong, Sidoarjo, guna proses otopsi. "Penyebabnya belum diketahui, karena hasil autopsi belum keluar," tandasnya.
Kanitreskrim Polsek Mojosari Ipda Bambang Sunandar membenarkan kasus tersebut. Menurutnya, saat ini polisi tengah berupaya memburu terduga pelaku yang menghabisi nyawa korban. "Ini masih giat penyelidikan pelaku bersama resmob," ujarnya. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah