DAWARBLANDONG, Jawa Pos Radar Mojokerto - Arena sabung ayam di Desa Brayublandong, Kecamatan Dawarblandong, menghasilkan omzet puluhan juta per hari. Arena tersebut merupakan yang terbesar di Kabupaten Mojokerto. Tempat judi yang sudah beroperasi selama puluhan tahun itu kini telah dimusnahkan.
Selasa (7/3) malam, polisi membakar habis arena sabung yang berada di lahan persawahan tersebut. Kegiatan pemusnahan oleh jajaran Polda Jatim bersama Polsek dan Koramil Dawarblandong ini mendapat perlawanan dari warga. Mereka yang tidak terima tempatnya selama puluhan tahun mencari nafkah dilenyapkan, menebangi pohon di sepanjang akses masuk lokasi sabung. Petugas pun mengalami kesulitan saat hendak keluar lantaran satu-satunya jalur diblokade dengan pepohonan.
”Kita sempat dihalangi oleh oknum-oknum warga yang tidak rela tempat itu dibakar. Tim dari kepolisian maupun relawan saat pulang mengalami kesulitan karena pohon-pohon ditebangi untuk menghalangi kendaraan,” ujar Kanitreskrim Polsek Dawarblandong Aiptu Agus Sadikin.
Arena sabung dengan luas tak kurang dari setengah hektare itu terletak sekitar 300 meter dari jalan raya. Lokasinya jauh dari permukiman warga. Kampung paling dekat berjarak kurang lebih empat kilometer.
Pemusnahan dilakukan setelah polisi menerima aduan masyarakat (dumas) terkait kembali beroperasinya arena sabung. Lokasi ini sudah berkali-kali dirazia polisi dan berkali-kali pula hidup lagi. Para penjudi dan orang-orang yang berbisnis di sana membangun kembali tempat yang sudah dibakar. ”Bulan kemarin sudah kita musnahkan, tapi ternyata pindah ke sampingnya dan dibuat lebih besar lagi,” imbuhnya.
Agus mengatakan, arena sabung ayam di Desa Brayublandong merupakan yang terbesar di Kabupaten Mojokerto. Setiap harinya, ratusan orang datang untuk mengadu ayam dan berjudi. Mereka datang dari berbagai daerah. Tempat ini, sebut dia, tak ubahnya perkampungan. Lokasi sabung berupa lembah yang terdiri dari deretan bangunan semi permanen. Di sana berada 4 bangunan kandang ayam, 9 warung, dan 2 ring untuk adu ayam jago. ”Beroperasinya setiap hari, paling ramai kalau akhir pekan,” jelasnya.
Tak sedikit warga yang menggantungkan hidupnya di lokasi ini. Mereka mendapatkan penghasilan dengan membuka warung-warung makan. Dikatakannya, omzet di lokasi sabung, baik untuk penjudi, pemilik warung, dan lainnya mencapai puluhan juta rupiah per hari. Besarnya profit ini tak dimungkiri sebab sekali pertarungan ayam saja, nilai judinya tembus jutaan rupiah.
Pihaknya sudah berkali-kali mengingatkan warga agar tak lagi membuka arena karena melanggar hukum. Polisi juga memberi efek jera dengan membakar bangunan-bangunan tertentu agar tak dipakai lagi. ”Dari awal sudah saya minta tutup, tapi mereka tidak mau karena ada banyak yang menggantungkan hidup. Itu juga yang membuat mereka berani melawan karena banyak yang jualan di sana,” bebernya.
Pemusnahan total pada Selasa malam dilakukan setelah ada perintah langsung dari Ditreskrimum Polda Jatim. Jajaran diminta untuk menggulung seluruh keberadaan arena judi sabung ayam. Kapolsek Dawarblandong AKP Agus Sugiharto menegaskan, polisi akan melakukan pemantauan dan patroli secara terus menerus agar warga tidak memiliki kesempatan lagi membuka arena sabung. Pihaknya mengaku belum mengetahui pemilik lahan yang digunakan untuk membuka arena. Kemarin (8/3), Agus dan jajaran turun ke lokasi untuk meninjau dan memusnahkan bangunan yang tersisa. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah