Kejadian gantung diri ini diketahui sekitar pukul 10.30. Korban ditemukan oleh istrinya, Nuryati, 54, sudah dalam kondisi tak bernyawa. ’’Tadi pas rumahnya sepi. Jam segini kan biasanya jemput cucunya sekolah,’’ kata Baron, warga setempat.
Mengetahui suaminya tewas, Nuryati langsung histeris. Dia berteriak meminta tolong kepada keluarga dan tetangganya. Informasi orang gantung diri ini lantas segera dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke kepolisian.
Baron menjelaskan, sebelum peristiwa nahas ini, korban terlihat beraktivitas seperti biasanya. ’’Pagi tadi masih momong cucu dan berolahraga sepeda seperti biasa,’’ tutur dia. Menurutnya, korban juga tidak menunjukkan tanda-tanda sedang sakit.
Sehari-hari, korban hanya beraktivitas menjaga toko di rumahnya. Mantan pegawai PT Tjiwi Kimia itu juga sering bercengkerama dengan tetangga sekitarnya. Selama ini yang diketahuinya tak ada perubahan sikap pada diri korban. ’’Tidak tahu kenapa kok sampai gantung diri,’’ imbuhnya.
Petugas Polsek Jetis dan Inafis Satreskrim Polres Mojokerto Kota terjun ke lokasi untuk melakukan indentifikasi. Kapolsek Jetis AKP Sumaryanto menyatakan, berdasarkan pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh korban. ’’Saat ditemukan korban sudah dalam kondisi meninggal. Sementara ini masih kami dalami motifnya,’’ tandas dia. Korban tidak dibawa ke rumah sakit. Setelah identifikasi, jasadnya langsung diurus guna proses dimakamkan. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah