Identitas korban terungkap menyusul pihak keluarga korban datang ke mapolsek Minggu (16/10) malam. Beserta membawa sejumlah bukti yang menguatkan jasad Mr X tersebut meruoakan keluarganya. ’’Kemarin (Minggu (16/10) sekitar jam 22.00 WIB ada tiga orang yang merasa kehilangan keluarganya. Setelah kita cocokkan ciri-ciri korban, ternyata sesuai,’’ ungkap Kapolsek Pungging AKP Margo Sukwandi, Senin (17/10).
Di hadapan petugas, pihak keluarga menyebut, Achwani yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir. Tepatnya di perusahaan konstruksi PT Xenodia Surabaya. Korban diketahui keluar rumah sejak 28 September lalu. Hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dan membusuk di sekitar tanggul Sungai Brantas, Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, Minggu, (16/10) sore. ’’Pihak keluarga mengatakan korban selama ini tidak memiliki permasalahan dan juga tidak memiliki riwayat penyakit,’’ bebernya.
Rampung memastikan kebenarannya, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka. Sebab, pihak keluarga tidak berkenan jika dilakukan otopsi pada jasad korban. ’’Keluarga korban tidak bersedia jika dilakukan otopsi. Keluarga korban sudah membuat surat pernyataan sehingga bisa kami serahkan untuk segera dimakamkan,’’ tandasnya.
Sebelumnya, warga Desa Ngrame, Kecamatan Pungging, digegerkan penemuan jasad Achwanibyang membusuk di bawah pohon jambu sekitar pukul 15.00 Minggu (16/10). Kali pertama jasad korban ditemukan pencari burung di sekitar tanggul sisi selatan Sungai Brantas, Desa Ngrame.
Penemuan mayat yang beralaskan kemeja motif kotak warna merah dan mengenakan busana lengkap itu langsung dilaporkan ke perangkat desa setempat untuk diteruskan ke kepolisian. Petugas yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) mendapati sejumlah barang bukti.
Di antaranya, sepasang sandal, celana biru dongker, kaos, baju motif kotak warna merah hitam, hingga uang senilai Rp 352 ribu di saku celana korban. Berikut lima botol racun tikus dan babi yang ditemukan di sisi kanan mayat yang diduga telah meninggal sekitar tiga pekan tersebut. Diduga, korban meregang nyawa usai menenggak racun tersebut. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah