Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Wisata Bukit Krapyak Ditutup Sementara

Fendy Hermansyah • Rabu, 14 September 2022 | 19:23 WIB
DIPETAKAN: Tim Basarnas Surabaya melakukan pemetaan untuk asesmen wilayah di sekitar kawasan Wisata Bukit Krapyak di Desa Padusan, Kecamatan Pacet, kemarin.
DIPETAKAN: Tim Basarnas Surabaya melakukan pemetaan untuk asesmen wilayah di sekitar kawasan Wisata Bukit Krapyak di Desa Padusan, Kecamatan Pacet, kemarin.
Buntut Wisatawan Asal Pasuruan Menghilang secara Misterius

PACET, Jawa Pos Radar Mojokerto - Raffi Dimas Baddar, 20, seorang pekemah Wisata Bukit Krapyak di Desa Padusan, Kecamatan Pacet, belum ditemukan hingga pencarian hari ketiga ditutup, kemarin petang. Guna mengoptimalkan operasi search and rescue (SAR), Wisata Bukit Krapyak ditutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan. Bahkan, Tim Basarnas Surabaya mulai diterjunkan dalam pencarian sejak kemarin sore.

Pencarian di hari ketiga ditutup kemarin petang. Sekitar 73 personel gabungan dilibatkan untuk menelusuri keberadaan mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Wijaya Putra Surabaya itu. Mulai dari unsur TNI, Polri, BKPH Pacet, Polhut Tahura, Pengelola Krapyak, Relawan Welirang Community Resque, LPBI NU, LMDH Pesona Alam Lestari, hingga lapisan masyarakat setempat.

Radius pencarian pun diperluas hingga 30 kilometer dari lokasi yang menyasar delapan titik di kawasan hutan BKPH Pacet. Yakni Sengon Doyong, Watu Klanceng, Watu Bis, Kedung Modang, Gua Cina, Sumber Luwak, Posung Truno dan Putuk Puyang. Hanya saja, upaya pencarian personel gabungan belum menuai hasil. Dimas, sapaan akrab korban, belum ditemukan hingga kemarin.

’’Sampai saat ini (kemarin petang) korban masih belum ditemukan. Pencarian hari ini ditutup mengingat sore hari dan menjelang petang. Sehingga dinilai tidak efektif. Di samping itu tenaga (personel gabungan) sudah lelah,’’ ungkapnya. Operasi SAR bakal dilanjutkan hari ini sekitar pukul 08.00 di posko pencarian di kawasan Wisata Air Terjun Grenjengan.

Sejumlah upaya lain dilakukan guna mengoptimalkan pencarian Dimas, sapaan akrab korban. Di antaranya, menutup sementara perkemahan Wisata Bukit Krapyak di petak 24C RPH Claket BKPH Pacet itu hingga waktu yang belum ditentukan. ’’Camping ground-nya ditutup sementara mulai hari ini sampai pemberitahuan lebih lanjut. Ini supaya fokus pencarian korban dulu,’’ bebernya.

Tak sampai di situ, sebelum pencarian hari ketiga ditutup, Tim Basarnas Surabaya dilibatkan dan diterjunkan ke lokasi. Sekitar pukul 14.00 kemarin, satu tim dengan tujuh personel tiba di posko pencarian. Mereka lantas melakukan pemetaan di lokasi. ’’Untuk saat ini kita laksanakan asesmen dulu. Yakni perkiraan (lokasi) hilangnya korban, perkiraan target atau korban ini berada, dan nantinya rekan-rekan yang di sini kita bagi beberapa search and rescue unit (SRU) yang sudah ditentukan untuk pencarian,’’ terang Komandan Tim Basarnas Surabaya Octavino di lokasi kemarin.

Dijelaskannya, asesmen dilakukan untuk mengumpulkan data kondisi geografis. Terutama lokasi korban hilang untuk kepentingan proses pencarian di sekitar kawasan Wisata Bukit Krapyak. Sehingga hasilnya sebagai acuan untuk pembagian SRU dan titik pencarian yang dipetakan. ’’Kita masih menunggu tim yang melakukan asesmen dulu untuk mengetahui luas radius pencariannya. Sesuai peta navigasi, ada empat karvak (petak) radius pencarian di Bukit Krapyak. Namun, nanti kami akan petakan lebih lanjut untuk wilayah pencariannya,’’ sebutnya.

Pihaknya menambahkan, Tim Basarnas Surabaya melakukan pencarian sesuai standar operasional (SOP) yang berlaku. Yakni selama tujuh hari terhitung sejak pertama kali diterjunkan kemarin. ’’Sesuai SOP, pencarian dilakukan selama tujuh hari. Dari Basarnas, hari ini kami hitung hari pertama,’’ tandasnya. (vad/fen)






Editor : Fendy Hermansyah
#wisata bukit krapyak #mahasiswa hilang