Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Identitas Mayat Terapung di Bawah Jembatan Tol Jomo Tewas sebelum Tenggelam

Fendy Hermansyah • Jumat, 29 Juli 2022 | 21:41 WIB
EVAKUASI: Jasad yang mengambang di bawah jembatan Tol Pagerluyung dievakuasi petugas dan relawan, siang. (Yulianto Adi Nugroho/jawaposradarmojokerto.id)
EVAKUASI: Jasad yang mengambang di bawah jembatan Tol Pagerluyung dievakuasi petugas dan relawan, siang. (Yulianto Adi Nugroho/jawaposradarmojokerto.id)
GEDEG, Jawa Pos Radar Mojokerto – Identitas mayat pria yang ditemukan mengambang di Sungai Brantas, tepatnya di bawah jembatan tol, Desa Pagerluyung, Kecamatan Gedeg, dua pekan lalu, tak terungkap. Hasil otopsi menunjukkan, tewasnya pria berkaus seragam pramuka itu akibat serangan jantung yang dialami sebelum tenggelam.

Berbagai upaya penelusuran tidak berhasil mengungkap identitas korban. Kondisi mayat yang rusak parah membuat sidik jarinya sulit terbaca. ”Perkiraan dokter, korban sudah meninggalnya seminggu sampai 40 hari,” ujar Kanitreskrim Polsek Gedeg Aiptu Cahyono.

Demikian pula dengan petunjuk kaus seragam pramuka SMAN Mojoagung yang dipakai korban saat ditemukan Jumat (15/7) lalu. Penelusuran melalui informasi penemuan mayat dan orang hilang itu tak membuahkan hasil.

Saat ini, jasad korban telah dikebumikan di Surabaya. Dia dimakamkan di kuburan khusus mister X yang disediakan Polda Jatim. Pemakaman tersebut dilakukan setelah serangkaian penyelidikan dan proses otopsi dianggap cukup. ”Kami makamkan di sana karena identitasnya tidak muncul,” katanya.

Hasil otopsi resmi yang dikeluarkan Labfor Polda Jatim, lanjutnya, korban tidak menunjukkan tanda-tanda tenggelam. Tak ditemukan pasir atau benda asing di organ tubuhnya. Dari pemeriksaan itu, korban justru dinyatakan meninggal sebelum tenggelam. Tim dokter menemukan adanya gangguan pada jantung korban. Yakni, tertutupnya katup jantung sehingga membuat korban meninggal. ”Kesimpulannya korban ini mengalami serangan jantung sebelum tenggelam,” terang dia.

Pihaknya memiliki sejumlah analisis terkait tenggelamnya korban. Dimungkinkan, dia tercebur ke Sungai Brantas karena mengalami serangan jantung. Selain itu, korban bukan tidak mungkin memiliki gangguan jiwa lantaran misteriusnya identitas. ”Yang pasti kami sudah berupaya dan memang (identitas) tidak ketemu,” ucapnya.

Sebelumnya, warga menemukan mayat pria di Sungai Brantas, tepatnya di bawah jembatan Tol Jombang-Mojokerto (Jomo), Desa Pagerluyung, Jumat (15/7) lalu. Jasad pria berusia sekitar 50 tahun dan tinggi sekitar 165 sentimeter itu ditemukan mengambang dengan posisi telentang.

Dia mengenakan kaus lengan panjang berwarna hitam dan celana pendek berwarna biru. Pada bagian depan kaus terdapat logo Gajah Mada Tribuana Tungga Dewi dan tulisan Scoutnema Gudep 12.061/12.062 Pangkalan SMAN Mojoagung. (adi/ron)


Editor : Fendy Hermansyah
#mayat di bawah jembatan tol jomo #kabupaten mojokerto #Majapahit #Sekolah Soekarno Kecil #kota onde-onde #citayam fashion week #Mojopahit #citayam #trawas #pacet #sekolah ongko loro #mayat mister X #masa kecil soekarno #Soekarno di Mojokerto #wisata mojokerto #Kota Mojokerto #mojokerto #trowulan #onde-onde