Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Perampok Emas Masih Amatir

Fendy Hermansyah • Kamis, 2 Juni 2022 | 21:45 WIB
TUTUP: Situasi di Toko Emas Pribadi Baru, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, kemarin. Sehari sebelumnya, toko ini dirampok oleh seorang pekerja bengkel asal Wringinanom, Gresik.
TUTUP: Situasi di Toko Emas Pribadi Baru, Desa Kupang, Kecamatan Jetis, kemarin. Sehari sebelumnya, toko ini dirampok oleh seorang pekerja bengkel asal Wringinanom, Gresik.
JETIS, Jawa Pos Radar Mojokerto – Agus Nurul Efendi, 33, perampok toko emas di Desa Kupang, Kecamatan Jetis, yang berhasil ditangkap aparat kepolisian, tergolong masih amatir. Selain bersenjata palu, pelaku juga menjalankan aksinya seorang diri.

Peristiwa perampokan yang terjadi Selasa (31/5) pagi tersebut menjadi bahan evaluasi kepolisian. Perampok beraksi sekitar pukul 07.00, ketika toko baru persiapan buka. Terdapat dua karyawan di toko. Satu orang duduk di balik meja kasir yang menghadap ke timur sedangkan satu lainnya tengah menghitung jumlah perhiasan di etalase sisi barat belakang kasir.

Pelaku memanfaatkan situasi toko yang masih sepi pengunjung. Pelaku yang datang dari arah timur langsung memecah kaca etalase sisi utara. Melihat kejadian itu, saksi ketakutan lalu berteriak. Saat itu, petugas Polsek Jetis tengah bersiap untuk ganti piket jaga. ”Jadi waktu itu mobil-mobil patroli masuk semua karena mau ganti piket,” terang Kanitsabhara Polsek Jetis Iptu Masnahari, kemarin.

Menurutnya, pihaknya telah berupaya maksimal menjaga keamanan. Setiap harinya, patroli yang melibatkan tiga personel berlangsung di sejumlah objek vital. Lokasi patroli itu berada di toko emas di kawasan Pasar Perning, sejumlah kantor perbankan, serta tempat-tempat SPBU. Patroli itu dilakukan minimal dua kali sehari. ”Biasanya jam-jam rawan, pagi dan siang karena agak sepi,” katanya.

Saat patroli, biasanya petugas memeriksa lokasi dan bersiaga selama sekitar setengah jam. Polisi juga memberi arahan ke pengelola tempat maupun warga sekitar supaya menjaga keamanan. Mereka diminta segera melapor apabila ada gerak-gerik yang mencurigakan. Patroli antisipasi 3 C (curat,curas, dan curanmor) tersebut juga disambung dengan patroli bersinggungan yang dilakukan malam hari dengan melibatkan jajaran polresta.

Masnahari mengakui, patroli memang belum bisa menyentuh seluruh objek vital. Toko emas misalnya, hanya satu objek di Desa Perning yang menjadi tempat patroli. Sedangkan, Toko Emas Pribadi Baru yang berada di sudut perempatan Desa Kupang dan hanya berjarak sekitar 400 meter dari kantor Polsek Jetis itu terlewatkan. ”Yang toko ini kan termasuk kecil, otomatis hanya dimonitor dan dilewati begitu saja,” ungkap dia.

Pantauan di lokasi kemarin (1/6), Toko Emas Pribadi Baru masih tutup. Garis polisi yang sebelumnya dipasang telah dicopot. Masnahari mengatakan, dengan adanya insiden perampokan, pihaknya bakal meningkatkan patroli yang telah dilakukan. Termasuk menambah intensitas patroli dan pengawasan terhadap tempat-tempat yang berpotensi menjadi sasaran kejahatan. Secara khusus, Masnahari menyebut jika pelaku termasuk nekat dan amatir. Sebab, dia beraksi di lokasi keramaian dan dekat kantor polisi. ”Mungkin baru kali pertama jadi amatir. Jadi melihat toko emas langsung beraksi,’ ulasnya.

Sebelumnya, Agus Nurul Efendi, 33, merampok di Toko Emas Pribadi Baru. Pria asal Desa Kepuh Klagen, Wringinanom, Gresik itu beraksi seorang diri hanya dengan senjata palu. Dia berhasil menggasak 15 gelang. Namun, tak lama kemudian polisi berhasil menangkapnya saat bersembunyi di Hutan Watu Blorok. Pelaku ditahan di Mapolsek Jetis. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah
#Rampok toko emas #toko emas dirampok #toko emas mojokerto