Hingga Rabu (18/5) siang pukul 14.30, Ade masih menjalani pemeriksaan. Sejak keluar dari RS Citra Medika, Sidoarjo, Selasa (17/5) malam pukul 23.30, kernet bus tersebut diperiksa di ruang Unitlaka Satlantas Polres Mojokerto Kota. Selain oleh penyidik satlantas, Ade juga diperiksa oleh Tim Psikologi Polda Jatim.
Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Iptu M.K Umam menyampaikan, Ade diperbolehkan keluar rumah sakit setelah kondisinya dinyatakan pulih. "Rumah sakit memberi rekomendasi kalau korban sudah sembuh sehingga bisa keluar," ujarnya tadi siang.
Ade dibawa ke polresta dengan mobil patroli satsabhara. Dia dikawal tujuh personel. Umam menyebut, Ade langsung menjalani pemeriksaa setelah dinyatakan sembuh. "Iya, kita bawa ke polresta untuk diperiksa," jelasnya. Proses pemeriksaan berlangsung secara tertutup.
Seperti diberitakan, kronologi kecelakaan maut tersebut bermula saat bus pariwisata PO Ardiansyah nopol S 7322 UW yang dikemudikan seorang sopir cadangan Adi Firmansyah, 29, warga Sememi, Benowo, itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Jombang menuju Surabaya. Bus ditumpangi 33 penumpang yang merupakan rombongan wisata asal Benowo, Surabaya.
Setiba di lokasi, Senin (16/5) sekitar pukul 06.15, bus mendadak oleng ke kiri. Laju bus Mitsubishi Canter keluaran 2007 itu tak terkendali hingga akhirnya keluar jalur menghantam beton tiang rambu multi pesan VMS (variable message sign) di tepi jalan sisi kiri.
Kerasnya benturan membuat bodi depan bus bagian kiri ringsek parah. Sedangkan, tiang beton itu nyaris ambruk. Setelah tabrakan, bus terguling ke arah kanan. Di lokasi tampak barang-barang milik rombongan berceceran. Kursi penumpang, setir, serta bagian lain bus tak lagi utuh. Di antaranya barang-barang itu masih berlumurah darah.
Menurut Dirlantas Polda Jatim Latif Usman yang turun ke lokasi pascakejadian, bus sudah keluar jalur sekitar 100 meter sebelum titik tabrakan. Terdapat jejak bodi bus menyerempet guardrail dan papan batas jalan Tol Sumo. Tampak pula jejak roda kiri bus yang menapaki rumput tepi jalan dan pembatas jalan.
"Kalau dilihat dari awal pertama (kecepatan) lebih dari 100 kilometer (per jam)," tandas Latif. Jarum speedometer yang tergeletak di lokasi menunjukkan angka 100 km/jam. Hingga kemarin petang, kecalakaan itu mengakibatkan 14 orang tewas dan 19 luka-luka. (adi/fen) Editor : Fendy Hermansyah