MOJOKERTO – Peristiwa penemuan mayat pria di kebun singkong di Jalan Raya Bypass Mojokerto di Dusun Jogodayoh, Desa Jabon, Kecamatan Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, Jumat (21/7) pagi, jadi perbincangan netizen di dunia maya. Kamis (20/7) malam seorang pemilik akun facebook (FB) mengunggah foto yang menyerupai korban di laman grup FB Info Lantas Mojokerto (ILM).
Unggahan dari akun bernama David Andrianto bahkan sempat mengimbau masyarakat lebih hati-hati, setelah ada satu pelaku komplotan maling sapi tertangkap di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan. Ciri-ciri foto yang diunggah juga memiliki kesamaan dengan korban tewas di kebun singkong. Dalam penelusuran Jawa Pos Radar Mojokerto, pada foto yang diunggah David pukul 23.32 juga dilengkapi caption atau keterangan foto.
Ini keterangan yang ditulis David: ”itu menjadi modus baru, kami selaku keluarga besar ‘Among Budaya’ dan kepolisian Polsek Trowulan, menangkap maling sapi dengan modus pura-pura gila. Bahkan disebutnya, setelah dipastikan di among budaya, pihak yang menangani bidang kejiwaan di Trowulan memastikan bahwa orang ini tidak mengalami gangguan jiwa. Sehingga, disimpulkan, bahwa, dia merupakan komplotan maling sapi yang beroperasi di wilayah Gresik, Mojokerto, dan Jombang"
Dikonfirmasi perihal informasi yang simpang siur ini, Kapolsek Trowulan, Kompol Mohammad Sulkan membantah pihaknya pernah mengamankan pelaku. ’’Tidak benar kalau kami mengamankan,’’ katanya ditemui di Mapolres Mojokerto, Jumat (21/7) siang. Kata dia, kalaupun di postingan facebook yang di-share David ke laman ILM ada mobil patroli Polsek Trowulan, karena memang sebelumnya anggota polsek sempat melakukan pengecekan kepada orang yang diduga maling sapi.
’’Awalnya, kami dapat laporan dari warga kalau ada orang tidak punya identitas diamankan warga. Tapi, saat kami cek ke lokasi, orang itu ternyata diduga gila,’’ tuturnya. ’’Kalau itu maling sapi, tidak ada korbannya juga,’’ imbuhnya. Dia juga menepis sebelumnya orang tersebut menjadi bulan-bulan warga. Sebaliknya, warga justru mengamankan dan memberi makan. ’’Karena diduga gila, orang itu akhirnya diurus Among Budaya. Tidak sampai kami amankan ke polsek,’’ katanya.
Ditanya apakah orang tersebut benar memiliki kesamaan dengan pria ditemukan tewas dengan kaki terikat, Sulkan mengaku belum mengetahui. ’’Setelah kami lidik, yang kami tahu korban katanya hendak diantar pulang ke rumahnya di Jember, dan di tengah jalan mencoba memberontak. Tapi, jelasnya kami belum tahu. Sekarang masih proses lidik di polres,’’ pungkasnya.
Editor : Moch. Chariris