Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Implementasi Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) dengan Media Question Board pada Pembelajaran IPS Kelas VII Tahfizul Qur'an 2

Fendy Hermansyah • Rabu, 22 April 2026 | 10:35 WIB

 

Siti Ainun Nasyiroh, S.Pd, Guru Expert Social Class SMP 2 Trans-Sains Nurul Islam
Siti Ainun Nasyiroh, S.Pd, Guru Expert Social Class SMP 2 Trans-Sains Nurul Islam

 

Oleh: Siti Ainun Nasyiroh, S.Pd.

Guru Expert Social Class SMP 2 Trans-Sains Nurul Islam

PROSES belajar mengajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada tingkat SMP menuntut murid untuk mampu memahami konsep, mengembangkan kemampuan berpikir kritis, serta terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Namun seringkali pembelajaran IPS berlangsung secara tradisional, monoton, dan kurang menarik. Fakta ini membuat keterlibatan murid tidak selalu optimal. Murid akan dengan mudah kehilangan perhatian dan minat belajarnya apabila tidak terlibat aktif dalam pembelajaran. Kondisi ini juga ditemukan di kelas VII Tahfizhul Qur’an 2 SMP 2 Trans-Sains Nurul Islam. Berdasarkan observasi awal, sebagian besar murid menunjukkan tingkat keaktifan yang rendah. Dengan mempertimbangkan kondisi kelas, karakteristik murid, serta kebutuhan untuk menerapkan model pembelajaran yang lebih partisipatif, penelitian ini diarahkan untuk menghadirkan solusi atas permasalahan yang telah dikemukakan melalui penerapan Team Games Tournament (TGT) yang dibantu dengan penerapan media question board.

Siklus I dimulai dengan perencanaan pembelajaran berbasis model pembelajaran Team Games Tournament (TGT) menggunakan question board, papan yang berisi soal dengan empat kategori soal (uraian, jawaban singkat, pilihan ganda, dan benar-salah). Pelaksanaan meliputi penyampaian materi, kerja kelompok, permainan, turnamen, dan penghargaan. Hasil observasi menunjukkan murid antusias namun masih bingung terhadap mekanisme pembelajaran karena instruksi yang kurang jelas. Hal ini menimbulkan adanya partisipasi yang belum merata dan cenderung didominasi murid tertentu. Oleh karena itu, diperlukan instruksi yang lebih terstruktur serta penguatan motivasi dan suasana kompetitif yang sehat agar keterlibatan murid meningkat dan pembelajaran menjadi lebih efektif, menyenangkan, dan bermakna.

Siklus II dilaksanakan dengan alur yang sama seperti siklus I, namun disertai dua perbaikan utama yaitu pemberian instruksi yang lebih jelas terkait mekanisme permainan dan menambah punishment edukatif bagi kelompok dengan skor terendah untuk meningkatkan motivasi dan tanggung jawab. Hasilnya, terjadi perubahan signifikan berupa meningkatnya pemahaman murid terhadap alur pembelajaran, berkurangnya kebingungan, serta terciptanya suasana kompetitif yang sehat. Murid menjadi lebih aktif, antusias, dan bekerja sama dalam kelompok, bahkan yang sebelumnya pasif mulai terlibat. Pembelajaran terasa lebih menarik melalui permainan dan turnamen, sehingga motivasi belajar meningkat. Hal ini berdampak pada peningkatan hasil belajar kelompok, ditunjukkan oleh rata-rata nilai yang naik dari 78 pada siklus I menjadi 88 pada siklus II, meskipun peningkatan tersebut juga dipengaruhi oleh faktor lain yakni perbedaan tingkat kesulitan materi.

Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas melalui dua siklus, penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) berbantuan media question board terbukti meningkatkan partisipasi, motivasi, dan dinamika belajar murid. Pada siklus I, hasil belum optimal karena murid masih kesulitan memahami mekanisme dan kurang kompetitif, sehingga pada siklus II dilakukan perbaikan berupa instruksi yang lebih jelas dan penambahan punishment, yang berdampak pada meningkatnya keterlibatan dan aktivitas murid. Suasana belajar menjadi lebih tertib, kompetitif, dan kolaboratif, serta mendorong tanggung jawab individu dan kelompok. Keberhasilan ini dipengaruhi oleh kejelasan instruksi, pengelolaan pembelajaran, dan variasi media, sehingga guru perlu merancang pembelajaran secara matang, membentuk kelompok heterogen, dan mengelola kompetisi secara seimbang. (*) 

Editor : Fendy Hermansyah
#opini guru #radar mojokerto #opini radar mojokerto #opini siswa