Ketua DPRD Kota Mojokerto
KARIER perempuan satu ini ditapaki dengan penuh perjuangan dan pengabdian. Pengalamannya terasah ketika dirinya resmi dinobatkan sebagai anggota DPRD Kota Mojokerto periode 2019-2024 silam. Hingga akhirnya, PDI Perjuangan menyerahkan mandat kepada dirinya untuk menjalankan tugas sebagai ketua DPRD kota periode 2024-2029. ’’Semua ini berkat doa dan kepercayaan masyarakat. Rida anak-anak, ibu, dan para guru,’’ ungkap Ery Purwanti.
Momentum Hari Kartini seolah mengingatkan dirinya akan kodrat seorang perempuan: Di dalam rumah, lingkungan, dan jabatan yang melekat sebagai wakil rakyat. Harus berjalan selaras, seimbang, penuh ketulusan, dan multitasking. ’’Ada banyak hal yang terus diperjuangkan para perempuan. Dari hal sekecil apa pun itu. Intinya berkhidmat dalam kapasitas masing-masing,’’ imbuh perempuan asal Lingkungan Tropodo, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, ini.
Perannya sebagai ketua DPRD adalah takdir yang harus diemban dengan sebaik mungkin. Dari bagaimana memimpin lembaga legislatif, menjalankan fungsi pembentukan peraturan, anggaran, dan pengawasan, hingga mendampingi masyarakat kota. Di mana aspirasi dan aktif turun lapangan adalah hal yang relevan untuk menggali harapan kalangan grassroots yang lebih konkret. ’’Di sini peran kita sebagai anak bangsa yang terpatri spirit Kartini. Berjuang bersama rakyat demi menggapai cita-cita bersama,’’ terang ibu tiga anak ini.
Merdeka secara harfiah, lanjut Ery, adalah cita-cita luhur yang harus diwujudkan. Di antaranya merdeka dalam konteks pendidikan, kesehatan, kesejahteraan, ekonomi, menyampaikan pendapat, dan bahkan berekspresi. ’’Tujuannya sama, menghadirkan yang terbaik bagi masyarakat dan Kota Mojokerto tercinta,’’ imbuhnya.
Karenanya, dia lantas mengajak semua perempuan lintas generasi di Kota Mojokerto berjalan bareng memberikan teladan positif, pengaruh baik melalui karakter, prestasi, kemandirian, serta keberanian. ’’Menjadi agen perubahan yang berani menghadapi tantangan, tangguh, dan mampu memberi manfaat bagi lingkungan keluarga dan masyarakat,’’ tandasnya.
Tangguh dalam arti tidak mudah menyerah, mandiri, dan berwawasan kebangsaan. Sedangkan agen perubahan bukan hanya sukses secara pribadi, namun mampu mengubah tantangan menjadi kesempatan bagi diri dan masyarakat. Serta berani berdampak, terang dia, terkandung makna, bahwa generasi muda dan perempuan sebagai ibu, harus berani berinovasi untuk menghadirkan kontribusi positif di berbagai sektor demi masa depan. ’’Seperti pesan Ibu Kartini: dalam tangan anaklah terletak masa depan, dan dalam tangan ibulah tergenggam anak yang merupakan masa depan itu,’’ tandasnya. (ris/fen)
Editor : Fendy Hermansyah