Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Analisis Pengurus Kesehatan Nyai Khoiriyah dalam Menjaga Kesehatan Santri

Sofan Kurniawan • Kamis, 16 April 2026 | 17:48 WIB
Davina Candrawati Wijaya dan Raisa Ghania Alya, 9 Social Class MTs 2 Nurul Islam Mojokerto dengan bimbingan Inayatu Khoirul Magfiroh, M.Pd.
Davina Candrawati Wijaya dan Raisa Ghania Alya, 9 Social Class MTs 2 Nurul Islam Mojokerto dengan bimbingan Inayatu Khoirul Magfiroh, M.Pd.

 

Oleh: Davina Candrawati Wijaya dan Raisa Ghania Alya*)

*) 9 Social Class MTs 2 Nurul Islam Mojokerto dengan bimbingan Inayatu Khoirul Magfiroh, M.Pd.

PROGRAM kesehatan di lingkungan Nyai Khoiriyah merupakan usaha untuk menjaga agar para santri tetap sehat melalui kebiasaan hidup bersih dan sehat. Program ini dilakukan dengan cara membiasakan santri menjaga kebersihan diri, seperti mencuci tangan, menjaga lingkungan, serta menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan penyakit. Selain itu, pihak pondok juga menyediakan obat-obatan sederhana seperti obat diare, flu, dan lain-lain untuk membantu santri yang sakit. Program ini dilakukan setiap hari agar kesehatan santri tetap terjaga.

Kesehatan sangat penting bagi santri karena akan memengaruhi kegiatan sehari-hari mereka. Jika lingkungan bersih, maka santri akan lebih terhindar dari penyakit. Oleh karena itu, santri harus menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Selain itu, pola makan juga harus diperhatikan. Santri dianjurkan untuk makan makanan sehat dan menghindari makanan yang mengandung bahan pengawet dan pewarna buatan. Namun, di sekitar Nyai Khoiriyah terdapat banyak pedagang makanan seperti cilok dan bakso yang belum tentu bersih. Hal ini bisa menjadi penyebab munculnya penyakit jika tidak diawasi dengan baik.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran pengurus kesehatan dalam menjaga kesehatan santri, serta apa dampaknya jika pengurus tidak peduli terhadap kebiasaan makan santri. Penelitian ini juga bermanfaat untuk menambah wawasan penulis, memberikan pengetahuan bagi pendidik, menjadi pengalaman bagi peneliti, dan sebagai bahan pertimbangan bagi sekolah dalam membuat program kesehatan yang lebih baik.

Penelitian ini didukung oleh penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa masih banyak santri yang kurang menjaga kebersihan diri. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kurangnya kesadaran, kurangnya fasilitas kebersihan, rendahnya pengetahuan tentang kesehatan, serta kondisi ekonomi. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya seperti memberikan pendidikan kesehatan, menyediakan fasilitas yang memadai, dan meningkatkan kesadaran santri.

Secara teori, kesehatan adalah kondisi di mana seseorang dapat hidup dengan baik dan produktif, tidak hanya bebas dari penyakit tetapi juga sehat secara keseluruhan. Kesehatan juga dipengaruhi oleh kebiasaan hidup dan lingkungan sekitar. Jadi, perilaku santri sangat berpengaruh terhadap kesehatan mereka.

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian dilakukan pada santri putri di Pondok Pesantren Nurul Islam Mojokerto dengan jumlah responden sekitar 10-15 orang. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebersihan di asrama masih kurang baik. Kegiatan piket belum berjalan dengan maksimal, sehingga lingkungan kurang terjaga kebersihannya. Selain itu, kebiasaan hidup bersih dan sehat masih perlu ditingkatkan. Dari hasil wawancara, jika ada santri yang sakit, pengurus akan memberikan obat, memeriksa di klinik, atau membawa ke rumah sakit jika diperlukan. Pengurus juga mengingatkan santri untuk menjaga kebersihan, berolahraga, dan makan makanan sehat.

Namun, masih ada kebiasaan yang kurang baik, seperti terlalu sering makan makanan pedas yang dapat menyebabkan sakit perut, maag, atau diare. Ada juga santri yang berpura-pura sakit untuk menghindari kegiatan, dan biasanya akan diberikan sanksi oleh pengurus agar tidak mengulanginya lagi. Hal ini menunjukkan bahwa pengurus juga berperan dalam mendisiplinkan santri.

Dari data yang ada, beberapa penyakit yang sering dialami santri antara lain gatal-gatal karena kurang menjaga kebersihan, pusing karena kurang makan atau kurang istirahat, maag karena pola makan tidak teratur, flu karena cuaca, dan tipes karena kebersihan yang kurang. Penanganan yang dilakukan biasanya berupa pemberian obat dan anjuran untuk menjaga pola hidup sehat.

Secara keseluruhan, pengurus kesehatan memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga kesehatan santri. Mereka tidak hanya mengobati santri yang sakit, tetapi juga mengajarkan cara hidup sehat. Namun, masih diperlukan peningkatan dalam hal kesadaran santri dan pelaksanaan program kebersihan. Dengan adanya kerja sama antara pengurus dan santri, diharapkan lingkungan pondok menjadi lebih sehat dan santri dapat menjalani kegiatan dengan baik. (*)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#jurnalisme warga #opini radar mojokerto #opini siswa