Memberikan layanan pendidikan yang berkualitas bukanlah hal mudah. Butuh komitmen, konsistensi dan keteladanan agar kualitas pendidikan di bumi Majapahit terus melesat. Semangat tersebut yang terus digelorakan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto, Amsar Azhari Siregar demi mewujudkan karakter peserta didik yang cerdas dan berintegritas.
BAHKAN, Amsar tak segan menggalakkan program wajib belajar 13 tahun bagi seluruh anak yang tersebar di 18 kecamatan. Di mana, setiap anak wajib menempuh pendidikan mulai dari jenjang PAUD/TK hingga SMA/sederajat. Program ini sejalan dengan target nasional yang dicanangkan pada 2025/2026.
Fokus utamanya adalah meningkatkan akses pendidikan merata, memastikan ketersediaan TK di setiap desa, dan memberikan dukungan sarana prasarana. Dengan begitu, Amsar memastikan tidak ada lagi anak di bumi Majapahit yang pendidikannya tertinggal.
’’Kami ingin tidak ada lagi anak Mojokerto yang tertinggal dari pendidikan. Program prioritas kami adalah meningkatkan kualitas pembelajaran agar lebih relevan dengan masa depan. Di samping melakukan revitalisasi lembaga pendidikan agar sekolah di Mojokerto tidak hanya layak secara fasilitas, tetapi juga unggul dalam kualitas pembelajaran,’’ ungkapnya.
Untuk merealisasikan hal itu, mantan Camat Pungging ini juga berupaya merealisasikan sejumlah misi utama. Yang mana, misi tersebut selaras dengan prioritas Pemkab Mojokerto di bawah kepemimpinan Bupati-Wakil Bupati Mojokerto, Muhammad Albarraa-M. Rizal Octavian. Di antaranya merevitalisasi lembaga pendidikan agar sekolah menjadi lebih berkualitas dan berdaya saing.
Lalu, pemerataan akses pendidikan sehingga seluruh anak Mojokerto mendapatkan kesempatan belajar yang sama. Serta peningkatan kualitas pembelajaran dan pendidikan karakter agar menghasilkan generasi yang cerdas dan berintegritas. ’’Dengan langkah tersebut, pendidikan menjadi fondasi utama dalam pembangunan daerah,’’ tandasnya.
Meski demikian, bukan tidak ada tantangan yang dihadapi Amsar selama mengampu di instansi pendidikan tersebut. Apalagi, ia baru dilantik sebagai pimpinan kurang dari dua bulan terakhir. Untuk itu, target terdekat yang harus ia selesaikan adalah penguatan pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada fasilitas. Tetapi juga pada kualitas guru, manajemen sekolah, serta kolaborasi aktif dengan masyarakat.
’’Ditargetkan mulai berjalan secara bertahap dan dalam 1 sampai 2 tahun ke depan, diharapkan sudah terlihat dampaknya. Baik dari meningkatnya kualitas pembelajaran maupun berkurangnya anak yang tidak mengenyam pendidikan serta memastikan kelayakan fasilitas di lembaga pendidikan,’’ pungkasnya. (far/fen)
Editor : Fendy Hermansyah