Berawal dari kebiasaannya menemani sang ayah yang juga gemar bermain bola, lapangan seolah menjadi wahana bermainnya. Acis pun mulai jatuh cinta dengan si kulit bundar sejak berusia empat tahun. ’’Sampai sekarang, meskipun masih duduk di TK B, Acis ini selalu latihan sepakbola terus,’’ kata Harlistyo Adiatma, sang ayah.
Sebagai orang tua, ia melihat Acis menikmati proses belajarnya di bidang sepak bola. Sehingga, ia dan sang ibu, Nur Ainu Roysa berkomitmen untuk selalu mendukung putra bungsunya itu menggali potensinya. ’’Salah satunya yang membanggakan, itu saat Acis dapat Juara Piala ASKAB Mojokerto untuk usia 9 tahun. Ini yang jarang orang lihat, karena Acis menjadi satu-satunya peserta paling muda tapi sudah ikut main di turnamen kelompok usia 9 tahun dan ikut main sampai di final,’’ imbuh warga Desa Gading, Kecamatan Jatirejo tersebut.
Prestasi bergengsi lainnya juga berhasil ditorehkan Acis. Seperti Kejuaraan Nasional Superco di Batu, Juara di Turnamen Fun Game Mojokerto atau luar Mojokerto, hingga Juara 1 dengan SSB Singo Yudho. ’’Karena masih TK juga, kami tetap memerhatikan Acis untuk pembagian waktu antara belajar dan berlatih sepakbola. Untuk latihan, biasanya rutin setiap sore sesudah pulang sekolah,’’ imbuh Harlis.
Meski masih dini, buah hatinya yang kini bersekolah di TK Nurul Islam, Sumengko, Kecamatan Jatirejo itu hingga saat ini terus mengoleksi belasan pengalaman dan prestasi sepak bola. Uniknya, selain sepakbola, Acis juga hobi renang. ’’Kita sebagai orang tua akan mendukung semaksimal mungkin sesuai dengan cita-citanya Acis, yaitu bermain di kejuaran nasional atau internasional dan Timnas Indonesia tentunya,’’ pungkasnya. (oce/fen)
Editor : Fendy Hermansyah