Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Kawal Bantuan Sosial agar Tepat Sasaran

Yulianto Adi Nugroho • Rabu, 3 Desember 2025 | 15:20 WIB

 

Arif Afifuddin, SE Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto
Arif Afifuddin, SE Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto
 

Anggota DPRD Kabupaten Mojokerto dari fraksi PKS Arif Afifuddin, SE, menaruh perhatian serius terhadap penyaluran bantuan sosial (bansos) agar tepat sasaran. Wakil rakyat yang tergabung di komisi IV itu mendorong pemerintah daerah terus berinovasi untuk memastikan kesesuaian data dan fakta penerima manfaat. Dengan demikian, diharapkan bantuan dari pemerintah benar-benar sampai di tangan masyarakat yang berhak.

 Menurut Arif, selama ini terdapat sejumlah persoalan dalam penyelenggaraan program bansos. Salah satunya ketidakakuratan data penerima bansos yang dimiliki pemerintah dengan fakta di lapangan. Masalah itu semakin krusial semenjak adanya peralihan basis data penyaluran bansos dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) ke Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

 ”Kalau dulu kan pakai DTKS, kalau sekarang pakai DTSEN. (DTSEN) ini data dari pemerintah pusat, sehingga terkadang antara data profil dan fakta yang kita temukan tidak sama, ini yang jadi masalah,” kata politisi asal Desa Sidomulyo, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto itu.

KUNJUNGAN KERJA: Arif Afifuddin bersama anggota komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto saat lawatan dinas ke Dinas Sosial Kabupaten Bantul, DIY.
KUNJUNGAN KERJA: Arif Afifuddin bersama anggota komisi IV DPRD Kabupaten Mojokerto saat lawatan dinas ke Dinas Sosial Kabupaten Bantul, DIY.

 Arif mengungkapkan, pemerintah daerah melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto perlu mengantisipasi potensi data tak padu yang dapat memicu bansos salah sasaran. Di antara solusinya dengan membangun basis data penerima manfaat yang akurat dan selalu termutakhir, sehingga dapat menjadi acuan. Legislator ini pun mencontohkan langkah yang dilakukan Dinsos Kabupaten Bantul, Provinsi DIY, yang memiliki aplikasi khusus untuk data penerima bansos. 

”Ketika kami kunjungan ke sana, ada yang namanya aplikasi SIDAMESRA alias Sistem Informasi Data Menuju Sejahtera, ini adalah data profil lengkap serta foto rumah. Dengan data ini, kalau ada komplain yang berkaitan dengan ketidaksesuaian data dan fakta maka aplikasi ini bisa dibuat acuan,” jelasnya.

 Di sisi lain, sebagai legislator daerah, Arif juga memberi perhatian dan mengawal setiap program pemerintah agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tak terkecuali mengenai rencana pemindahan ibu kota Kabupaten Mojokerto ke Mojosari. Arif menyatakan dukungannya terhadap proyek tersebut. Akan tetapi, dirinya berpesan agar setiap proses dijalankan sesuai aturan dan mengutamakan kepentingan masyarakat. ”Selama ini sepertinya eksekutif jalan sendiri, kami di DPRD tidak pernah diajak berdialog secara khusus tentang pengadaan tanah ataupun kesepakatan harga tanah,” tandas pria yang berpengalaman sebagai kontraktor dan penguasa farmasi tersebut. (adi/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#dprd kabupaten mojokerto #fraksi pks #penyaluran bansos #DTSEN 2025 #DTKS 2025 #tepat sasaran