Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Bejijong Makin Dikenal di Kancah Internasional

Martda Vadetya • Minggu, 20 Juli 2025 | 15:00 WIB

 

Pradana Tera Mardiatna, S.I.Kom, NL.P, M.IKom Kepala Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan
Pradana Tera Mardiatna, S.I.Kom, NL.P, M.IKom Kepala Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan
 

 Tak dipungkiri, nama Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan, makin dikenal sejak dinakhodai Pradana Tera Mardiatna. Dengan mengusung konsep Desa Wisata Kampung Majapahit, Bejijong lebih maju dengan sederet prestasinya. Desa dengan dua dusun ini pun kini jadi jujukan turis mancanegara.

 Sejak Pradana didapuk sebagai kepala desa tahun 2022 lalu, sejumlah prestasi dan penghargaan yang diraih Desa Bejijong terus mengalir. Baik dalam aspek pengembangan potensi wisata hingga sumber daya manusia (SDM). Di antaranya yakni, Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Kemenparekraf, Desa Mandiri hingga Desa Wisata Mandiri. ”Pada prinsipnya, ini semua karena masyarakat Bejijong sendiri yang memiliki semangat dan aktif membangun,” ujar pria 31 tahun ini.

 Hal ini tak lepas dari program 3M yang digaungkan. Yakni, membangun, membina, dan menyejahterakan warga. Seluruh elemen masyarakat, perangkat desa, pemerintah daerah, hingga pemerintah pusat digandeng guna mewujudkan program itu. ”Untuk poin menyejahterakan ini terus kami lakukan percepatan sampai 2027 nanti. Kita terus bersinergi dengan program pemkab yang diusung Gus Bupati, Pemprov Jatim, dan pemerintah pusat,” terang Pradana.

 Kolaborasi dengan berbagai pihak terus digeber sampai Desa Bejijong kini dikenal hingga kancah internasional. Salah satunya bekerja sama dengan para akedemisi dari sembilan universitas se-Indonesia. Baik dalam hal pengembangan potensi SDM, ekonomi, hingga wisata dan budaya. ”Kita adaptasi program-program dan inovasi yang ditelurkan para akademisi ini,” ungkap mantan Gus & Yuk Kabupaten Mojokerto, ini.

 Sesuai konsep Desa Wisata Kampung Majapahit yang diusung, ada beragam destinasi wisata sejarah dan budaya Majapahit hingga kuliner khas yang ditonjolkan di desa dengan dua dusun ini. Seperti Candi Brahu, Candi Gentong, Makam Siti Hinggil, dan Maha Vihara Mojopahit. 

Wisatawan bisa menikmati sajian kuliner, seperti ayam panggang kemaron, berikut kesenian tarian, kerajinan cor kuningan, dan pernak-pernik lainnya. Termasuk menginap di homestay Majapahitan. Sehingga hal ini yang memikat para wisatawan domestik maupun turis mancanegara rutin berkunjung ke Desa Bejijong. 

Pradana menyebut, pemerintah desa (pemdes) terus mempromosikan wisata khas Majapahitan. Baik melalui travel fair hingga serangkaian promosi di platform digital. Komitmen Pemdes Bejijong juga dibuktikan dengan menghadirkan dua unit shuttle bus guna memanjakan wisatawan berkeliling desa. ”Pelaku wisata termasuk pemilik homestay (Majapahitan) terus kami gandeng untuk mengembangkan wisata di Bejijong,” imbuh Pradana. 

Wisatawan juga diajak merasakan suasana keragaman budaya warisan Majapahit lainnya, seperti  kerajinan cor kuningan. Lebih dari 30 perajin cor kuningan dibina dalam berbagai aspek hingga karyanya diekspor ke Eropa. ”Kami juga terus berkomitmen mendukung pelestarian budaya yang ada di desa kami. Termasuk situs-situs bersejarah peninggalan Majapahit,” tandas sulung dari tiga bersaudara ini. Hal itu dibuktikan dari peran Pemdes Bejijong dalam pengelolaan Situs Siti Hinggil serta pembebasan lahan Candi Brahu pada 2024 lalu. (vad/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#Membina #kampung majapahit #desa wisata #dikenal di mata dunia #membangun #bejijong trowulan #figur