DI tengah derasnya arus digitalisasi dan tantangan sosial generasi muda, muncul sosok perempuan tangguh yang menjadikan dakwah sebagai ladang inovasi. Adalah, Husnul Khotimah, S.Ag., M.Pd, penyuluh Agama Islam Kabupaten Mojokerto yang menggagas ABThree Mojo.
Alias aplikasi edukatif berbasis Android yang dirancang khusus untuk literasi keagamaan dan pencegahan pernikahan usia dini. Tak hanya menyasar remaja usia sekolah, program ini juga menjangkau mereka yang berada di usia nikah hingga calon pengantin. Dengan pendekatan kekinian dan teknologi digital, Husnul membawa dakwah melampaui mimbar, masuk ke dalam genggaman generasi Z. ’’Remaja zaman sekarang sangat dekat dengan gadget. Maka, pendekatannya juga harus digital agar mereka bisa terlibat dan memahami pentingnya kesiapan berkeluarga secara menyeluruh,’’ ungkap Husnul.
Kehadiran ABThree Mojo dilatarbelakangi tingginya angka pernikahan dini di Mojokerto. Fenomena ini dinilai berdampak pada kualitas kesehatan, pendidikan, hingga ketahanan keluarga. Husnul pun lantas mengembangkan ABThree Mojo. ’’Aplikasi ini menjadi media dakwah dan edukasi yang menghadirkan materi keagamaan, bimbingan pranikah, hingga simulasi keluarga sakinah secara interaktif. Aplikasi ini menjadi jembatan antara penyuluh agama dan masyarakat, dengan desain menarik dan bahasa yang mudah dipahami,’’ tutur ketua kloter perempuan di Mojokerto pada musim haji 2024 tersebut.
Sebagai anggota aktif BKMT Jawa Timur, pengurus JP3M Mojokerto, serta Koordinator SDM IPARI Mojokerto, Husnul juga menjalin sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dari kalangan pemerintah hingga organisasi keagamaan seperti Muslimat NU dan Fatayat NU. ’’Gerakan ini kami bangun dari akar rumput, mulai dari balai desa, sekolah, hingga majelis taklim. ABThree Mojo menjadi pemantik semangat generasi muda untuk belajar agama dengan cara yang menyenangkan,” tutur lulusan Pondok Pesantren Al-Khodijiyah Jombang ini.
Adapun, aplikasi ABThree Mojo memuat enam fitur utama yang dirancang untuk menjangkau segmentasi usia dan kebutuhan pengguna. Di antaranya, BRUS, materi edukasi untuk remaja usia sekolah; BRUN, edukasi bagi remaja usia nikah; Bimwin, bimbingan pranikah untuk calon pengantin; Kumpulan Doa-Doa, panduan spiritual praktis; Konsultasi Interaktif, terhubung langsung dengan penyuluh agama di 18 kecamatan; serta Video Animasi Edukatif, membahas dampak nikah dini, pendewasaan usia nikah, dan pembentukan keluarga yang sakinah. ’’Alhamdulillah, berkat program ini pula, angka pernikahan dini di Mojokerto menurun dari 342 kasus (2023) menjadi 278 kasus (2024). Inovasi digital ini terbukti efektif dalam mengubah pola pikir remaja mengenai makna kesiapan berkeluarga,’’ imbuh alumnus UINSA Surabaya tersebut.
Dedikasinya tersebut, juga mengantarkan Husnul sebagai Penyuluh Agama Islam Terbaik Jawa Timur, dan kini siap melaju ke tingkat nasional. Kepala Kankemenag Mojokerto, Muttakin, memberi mandat langsung sebagai bentuk kepercayaan dan kebanggaan institusi. Tak kalah membanggakan, Bupati Muhammad Albarra turut menyampaikan apresiasi atas kiprah dan dampak ABThree Mojo bagi generasi muda dan pembangunan keluarga di Mojokerto. ’’Saya tidak menyangka program ini akan diapresiasi sampai ke level pimpinan daerah. Semoga saya bisa terus istiqamah, memperluas jejaring, dan memberi dampak positif yang berkelanjutan,” tandasnya. (oce/fen)
Editor : Hendra Junaedi