Sudah lama berlalu, namun tetap saja pengalaman menimba ilmu di London, Inggris, hingga kini meninggalkan kesan memori yang indah. Itulah yang dirasakan Rifqy Dharianta saat menjalani program Summer School, tahun lalu.
Dia membagikan kenangannya saat duduk di bangku kelas IX SMPN 2 Mojokerto. Saat mengikuti program Summer School, Rifqy mengaku bertemu dengan teman-teman barunya dari berbagai negara. Seperti dari Spanyol, Perancis, dan Jepang. ”Kami kerapkali berdiskusi tentang budaya masing-masing dan saling bertukar cerita. Sehingga saya merasa seperti memiliki keluarga baru di seluruh dunia,” ungkap remaja 15 tahun ini.
Siswa kelas X SMAN 1 Puri, ini menuturkan, pembelajaran Summer School yang diikutinya terbilang unik. Sebab, di sana Rifqy tak hanya mendapatkan materi teori, namun juga melakukan aktivitas praktis yang interaktif. ”Seperti workshop seni dan proyek kelompok yang menantang kreativitas,” imbuh putra sulung pasangan dr. Dhani Tri Wahyu Nugroho dan dr. Rini Kusumawar Dhany ini.
Menghabiskan waktu selama tiga pekan di London, Rifqy punya kegiatan favorit. Yaitu, mengunjungi museum dan situs bersejarah di London yang menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran di sana. ”Sehingga belajar tidak hanya di kelas, tapi juga langsung merasakan sejarah dan budaya Inggris secara nyata,” papar remaja yang sempat aktif dalam pelatihan pemandu museum Disporapar Kota Mojokerto ini.
Selain belajar, dalam program Summer School, Rifqy juga berkesempatan mengenal tradisi lokal London yang khas. Dia sempat mencoba Full English Breakfast & Spud Potato yang terkenal. Rifqy juga pernah mengikuti acara musik jalanan di Covent Garden, serta menyaksikan pertunjukan teater di West End & Shakespeare.
”Semua pengalaman ini membuka wawasan saya tentang bagaimana tradisi dan budaya Inggris dipertahankan dan dirayakan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur pelajar yang sudah memiliki karya empat jurnal publikasi tersebut.
Secara keseluruhan, menurut Rifqy, Summer School di London bukan hanya meningkatkan pengetahuan akademik. Namun, juga memperkaya pengalaman sosial dan budaya. ”Tiga minggu itu terasa sangat singkat. Karena setiap harinya penuh dengan hal baru dan seru yang saya pelajari bersama teman-teman dari seluruh dunia, membuat saya semakin percaya diri dan siap menghadapi tantangan global di masa depan,” pungkasnya. (oce/ris)
Editor : Hendra Junaedi