Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Ketua Himpaudi Kabupaten Mojokerto Perjuangkan Kesejahteraan Pendidik, Kembangkan Muatan Lokal

Farisma Romawan • Minggu, 30 Juni 2024 | 13:15 WIB

 

Aslikah Azis, Ketua Himpaudi Kabupaten Mojokerto.
Aslikah Azis, Ketua Himpaudi Kabupaten Mojokerto.

 Tak banyak yang tahu jika profesi guru di jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) belum diakui dalam sistem pendidikan nasional (sisdiknas).

Meski begitu, eksistensi tenaga pendidik selama 19 tahun belakangan itu tak sekalipun surut, terutama di Kabupaten Mojokerto. Hal ini yang mendorong Aslikah Azis, untuk terus memperjuangkan kesejahteraan 1.612 anggotanya.

TERPILIH kembali sebagai ketua Umum Himpaudi Kabupaten Mojokerto periode 2024-2027, Aslik, sapaan karibnya, mulai mengerucutkan program kerjanya menjadi tiga konsentrasi.

Yang utama adalah kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan, selama ini dinilai masih kurang diperhatikan pemerintah pusat. Dimulai dari usulan peningkatan nilai insentif guru PAUD ke Pemkab Mojokerto.

 Selama ini, guru PAUD hanya diberikan tunjangan profesi Rp 250 ribu per bulan melalui APBD. Jumlah tersebut dirasa masih kurang, mengingat kebutuhan hidup yang naik setiap tahunnya.

’’Sebenarnya kami sudah mendapat insentif Rp 250 ribu per bulan sejak tahun 2022. Tahun depan, kami upayakan bisa naik menyesuaikan APBD, agar kesejahteraan guru PAUD bisa setara dengan guru-guru lainnya,’’ tandasnya.

 Aslik juga mengupayakan penghargaan yang konkret terhadap guru-guru PAUD yang sudah mengabdikan dirinya selama belasan tahun di lembaga pendidikan dasar tersebut.

Termasuk bantuan rumah layak huni bagi guru yang kurang mampu. Dengan upaya tersebut, Aslik menginginkan agar eksistensi guru PAUD bisa lebih diakui.

 ’’Selama ini, banyak guru PAUD yang tidak memiliki penghasilan tetap atau bahkan rumah yang layak. Kami sudah kerja sama dengan Baznas Kabupaten Mojokerto agar bisa diupayakan bantuan,’’ tandasnya.

Meski demikian, ibu dua anak ini juga tidak melupakan SDM 1.612 guru yang tersebar 514 lembaga kelompok bermain di 18 kecamatan untuk terus di-upgrade kualitasnya. 

Salah satunya dengan memberikan beasiswa kepada guru yang belum mengantongi ijazah setara S-1 untuk bisa kuliah di perguruan tinggi.

Kerja sama dengan dinas pendidikan dan perguruan tinggi kini telah terjalin untuk mengakomodir para pendidik dalam mendapatkan ilmu lebih tinggi, sebagai bekal dalam mendidik para siswa ke depan.

 ’’Kami sudah kerja sama dengan IAI Uluwiyah dan pemkab untuk membuat program beasiswa khusus guru PAUD,’’ tambah Aslik.

Demikian juga dengan kurikulum bagi siswa pra-TK. Dirinya juga terus mengembangkan kualitas pembelajaran agar bisa mencetak peserta didik yang cerdas dan unggul.

Yakni, dengan memasukkan budaya Majapahit sebagai pengetahuan atau materi pembelajaran baru yang diberikan kepada siswa. Pengembangan tersebut tak lepas dari sejarah Mojokerto sebagai kawasan peninggalan pusat Kerajaan Majapahit yang diakui dunia.

’’Kearifan lokal ini sudah kami susun dalam buku pendamping dalam pembelajaran siswa PAUD,’’ pungkasnya. (far/ris)

 

Editor : Hendra Junaedi
#kabupaten mojokerto majapahit #himpaudi #sistem pendidikan di Indonesia #paud