Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Cerpen; Grup Whatsapp Gosip Harian

Imron Arlado • Minggu, 19 Mei 2024 | 14:10 WIB
Photo
Photo

SUDAH dua jam lebih Arum memainkan ponselnya. Dari sejak tadi, yang ia lakukan hanyalah duduk di kursi ruang keluarga dengan keadaan mata yang serius menatap ke arah layar ponselnya.

Sementara jari-jarinya sibuk membalas satu persatu pesan  teman-temannya  di sebuah grup whatsapp bernama Gosip Harian yang sudah dibuat sekitar setahun yang lalu.

Arum sama sekali tidak peduli dengan keadaan suami serta anaknya yang sedang kerepotan mempersiapkan diri.

Yang Arum pedulikan hanyalah bagaimana caranya agar ia tidak ketinggalan info gosip hari ini dan sebisa mungkin merespons semua pesan teman-temannya di grup.

Bahkan, sudah seminggu terakhir ini Arum tidak memasak nasi hanya karena sibuk berkutat dengan ponselnya.

Ia hanya menyediakan roti serta susu untuk sarapan suami serta anaknya.

Maka tak heran, jika suaminya selalu berangkat kerja dengan keadaan wajah yang tertekuk dan anaknya yang selalu berangkat sekolah dengan keadaan wajah yang masih lesu karena menahan lapar.

Arum sudah menjadi anggota dari grup tersebut dari sejak awal grup tersebut dibuat.

Ada sekitar 6 orang anggota di dalam grup tersebut yang terdiri dari ibu-ibu kompleks dekat rumah Arum.

Tujuan dibuatnya grup tersebut adalah untuk membicarakan atau bergosip mengenai kehidupan orang lain.

Semua hal dibahas di dalam grup tersebut. Mulai dari  perceraian tetangga mereka, utang tetangga mereka, pekerjaan tetangga mereka, dan lain sebagainya.

Bahkan, hari ini mereka sedang sibuk mencari asal-usul uang tetangga mereka yang baru saja membeli sebuah mobil.

Mereka mempertanyakan dari mana tetangga mereka bisa mendapatkan uang sebanyak itu untuk membeli sebuah mobil, padahal hanya berprofesi sebagai seorang buruh pabrik.

Beragam spekulasi mulai muncul. Lebih dulu Arum mengetik di grup.

Ia menuliskan bahwa mungkin saja uang itu didapatkan dari hasil menjual warisan.

Selanjutnya, satu persatu anggota grup mulai bermunculan dan menyampaikan pendapat mereka masing-masing. Ada yang berpendapat bahwa bisa saja uang itu adalah uang hasil dari menabung.

Bahkan, ada juga yang mengatakan jika uang tersebut malah didapatkan dengan cara yang tidak halal.

Hingga tanpa terasa, sudah sejam lebih mereka  memperdebatkan hal tersebut. Dan sampai sekarang, belum juga menemukan titik temu.

Arum menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul sembilan siang.

Ia harus segera membereskan rumahnya. Namun, ia menggugurkan niat tersebut karena pembahasan di grup sedang seru-serunya.

Ia tidak mungkin melewatkan bagian itu. Akhirnya, Arum lebih memilih untuk bermain ponsel ketimbang membersihkan rumahnya yang sudah tiga hari tidak pernah disapu, dan membiarkan cuciannya menumpuk selama berhari-hari di bak.

Sejak bergabung di grup whatsapp tersebut, banyak hal yang telah Arum lewatkan.

Termasuk dengan waktunya bersama keluarganya. Arum tidak lagi memiliki waktu untuk berbicara dengan anaknya. Mungkin jika hanya sekadar basa-basi ada.

Cuma jika berbicara secara serius dengan tujuan untuk mengenal lebih dalam mengenai karakter anaknya tidak ada.

Arum bahkan juga sering lalai dalam menjalankan tugasnya sebagai seorang istri.

Arum sering kali kelupaan untuk menyiapkan baju suaminya, membangunkan suaminya, dan lain sebagainya.

Tetapi, sayangnya Arum tidak pernah menyadari hal itu. Atau barangkali, ia menyadari, tetapi berusaha untuk mengabaikannya.

Hingga suatu hari, Arum tidak sengaja membongkar isi chat suaminya yang ternyata selama ini selingkuh dengan teman kerjanya.

Hal itu membuat Arum merasa marah dan ngamuk tidak jelas. Arum tidak peduli lagi jika pertengkaran mereka sampai terdengar oleh tetangga mereka.

 

”Seharusnya kamu bisa introspeksi diri. Saya selingkuh karena kamu tidak bisa menjadi seorang istri dan ibu yang baik. Kerjaan kamu hanya menggosip saja!” bentak suaminya.

Setelah kejadian itu, Arum tiba-tiba saja mendapatkan notifikasi bahwa ia telah dikeluarkan dari grup Gosip Harian.

Dan setelah itu, kabar mengenai pertengkaran Arum dan suaminya mulai tersebar luas. Di detik itu Arum kemudian mengerti alasan kenapa ia dikeluarkan. Rupanya, ia menjadi salah satu objek pembahasan di grup tersebut.

 Oleh: Nadia Yasmin Dini

Editor : Imron Arlado
#kumpulan cerpen #mojokerto #cerpen