Nabila yang tinggal di Dusun Kandangan, Desa Kuripansari, Kecamatan Pacet, mengenal dunia karate sejak duduk di bangku TK atau ketika usianya masih 5 tahun.
Putri pasangan Andik Irmawanto, 41, dan Suhartik, 31, itu langsung tertarik begitu melihat latihan karate di Balai Desa Pandanarum dekat rumahnya. ”Terus coba-coba ikut dan sampai sekarang anaknya suka sekali dengan karate,” cerita Andik.
Latihan tersebut digelar oleh klub Laskar Majapahit Karate Club (LMKC) Mojokerto. Selain berlatih bersama pelatihnya Edy Susanto di klub, bocah yang kini berusia 7 tahun itu juga masuk ekstrakurikuler karate di SDN Pandan dan berlatih privat di rumahnya.
”Kita tidak mengarahkan, tapi karena anaknya memang suka saja,” terangnya.
Dua tahun menggeluti dunia karate, Nabila berkali-kali tampil di ajang tingkat provinsi. Entah karena bakat bawaan atau berkat latihan keras, atau dua-duanya, belia kelahiran 23 Juni 2016 itu tak henti-henti mencetak prestasi.
Sedikit dari gelar juara yang telah diraihnya antara lain medali emas Kejuaraan Karate Piala Bergilir Pemprov Jatim 2023 dan dua lencana emas di Piala Ketua Umum Bapomi Jatim di Malang 2022 silam.
Torehan gemilang Nabila tak berhenti di situ. Baru pekan lalu, dia kembali naik podium di International Karate Championship Unesa Rector Cup. Kejuaraan dunia tersebut diikuti ribuan karateka dari dalam dan luar negeri seperti Yordania, Malaysia, dan Filipina.
Dari kejuaraan tingkat internasional ini, Nabila meraih medali emas dari kategori kumite perorangan kelas pra usia dini putri dan medali perak dari kategori kata perorangan pra usia dini putri.
Prestasi luar biasa ini tentunya membuat Andik dan keluarga bangga. Dukungan terbaik kepada putrinya akan terus diberikan.
”Harapan kami Nabila bisa terus berlatih karate dan bisa meningkatkan prestasi sampai nanti kelas senior,” ungkapnya. (adi/ron)
Editor : Fendy Hermansyah