Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Muhammad Hamzah alias Berandal Qari, Jadi Manfaat dalam Menuntut Ilmu

Indah Oceananda • Minggu, 29 Oktober 2023 | 21:31 WIB

SUARA EMAS: Penampilan Muhammad Hamzah alias Berandal Qori saat membawakan lantunan ayat suci Alquran dalam salah satu acara.
SUARA EMAS: Penampilan Muhammad Hamzah alias Berandal Qori saat membawakan lantunan ayat suci Alquran dalam salah satu acara.
Sekilas penampilan Muhammad Hamzah jauh dari kata rapi dan sopan. Siapa sangka, pemuda dengan julukan Berandal Qori ini punya bakat suara emas setiap melantunkan ayat suci Alquran.

ITU berawal dari viralnya video Hamzah saat tengah bersalawat dan qiraah 2019 silam. Santri asal Pondok Pesantren Darul Hikmah, Desa Kedungmaling, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto ini kerap menampakkan diri nyeleneh bak berandal jalanan.

Dengan celana sobek, menyulut rokok, rambut dikuncir, hingga hanya memakai kaus oblong. ’’Nakal boleh, goblok jangan. Pemuda harus kreatif, gimana caranya kita harus bisa menggugah hati masyarakat,’’ katanya.

Warga asal Desa Bendung, Kecamatan Jetis ini mengaku awalnya dirinya mendalami qiraah berangkat dari rasa penasaran.

Di hadapan guru dan ustadnya, Abdul Kholik, sekitar 2011 silam, Hamzah wajib diuji keabsahan bacaan Alqurannya. Termasuk di hadapan Ustad Zulfikar Basyaiban, qari terkenal asal Sidoarjo.

’’Karena dirasa sudah mahir, saat itu langsung diminta guru untuk melantunkan ayat suci Alquran di acara pernikahan. Saat itu langsung down, karena terlalu tinggi ambil nada. Namun, lama-lama bisa saya pelajari,’’ ulas pria 29 tahun ini. 

Atas bakat istimewanya itu, Hamzah kini kerap diundang tampil qari di sejumlah acara besar. Termasuk undangan khusus dihadapan KH Marzuki Mustamar dan sejumlah ulama besar PW NU Jatim.

Sesuai niatnya di awal kali belajar tilawah, yakni santri harus bermanfaat bagi semua umat. Termasuk lewat kemampuannya sebagai qari agar didengarkan banyak orang.

’’Yang jelas, jangan sampai dalam mencari ilmu kita dimanfaatkan. Karena tujuan kita mencari ilmu, justru kita yang harus bermanfaat,’’ pungkas dia. (oce/fen)

Editor : Fendy Hermansyah
#ilmu #qari #mojokerto #Berandal