Menjabat sebagai Camat Magersari sejak September lalu, sejumlah inovasi mulai ditelurkan.
Salah satunya, mengembangkan potensi enam kelurahan lewat Kampung Tematik.
Wilayah Kecamatan Magersari menjadi pintu masuk sisi utara dan timur Kota Mojokerto. Hal ini, menurut Ary, menjadi salah satu nilai plus yang dimiliki kecamatan dengan enam kelurahan ini.
Terlebih, setiap kelurahan punya potensi unggulan masing-masing yang bisa dikembangkan.
’’Seperti budidaya ikan lele di Lingkungan Karanglo (Kelurahan Wates) dan jamu atau produk herbal di Kelurahan Gunung Gedangan ini sebenarnya potensi luar biasa,’’ terang pria kelahiran Desember 1982 ini.
Menjabat per 1 September lalu, pihaknya langsung tancap gas memetakan potensi masing-masing kelurahan.
Ini tak lain untuk mendukung konsep Kalurahan Tematik yang dirancang secara bertahap.
’’Kita analisis setiap wilayah terlebih dulu. Supaya yang kita lakukan tepat sasaran dan bernilai daya guna. Memang ini butuh waktu,’’ sebut jebolan STPDN angkatan 13 ini.
Dijelaskannya, konsep kelurahan tematik ini fokus pada masing-masing potensi yang tak melulu soal pembangunan fisik.
Justru pada pengembangan sumber daya manusia (SDM) agar bisa maksimal memanfaatkan potensi di enam kelurahan.
Di antaranya, lewat program pendampingan dan pemberdayaan sesuai minat warga hasil kolaborasi dengan dinas terkait.
’’Nanti mengarah ke produksi, outcome-nya lebih pada kesejahteraan warga sendiri. Sekaligus untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem dan risiko stunting. Ini akan berat, tapi setapak demi setapak pasti akan sampai,’’ terang ayah tiga anak ini.
Ary mengatakan, konsep ini sekaligus untuk mendeteksi dan mengangkat produk UMKM unggulan di setiap kelurahan.
Yang fungsinya sekaligus menyokong sektor wisata yang tengah getol dikembangkan Pemkot Mojokerto belakangan ini.
’’Untuk produk UMKM, kita bisa maksimalkan pemasarannya lewat kader PKK. Di sini kita ketahui juga intervensi apa saja yang bisa dilakukan sesuai kewenangan. Kita maksimalkan peran sebagai pemerintahan yang terdekat dengan warga,’’ tandas Ary. (vad/fen)
Editor : Fendy Hermansyah