Bakatnya di dunia modelling mulai tampak saat usianya masih dini. Itu karena Baby Kirana, sebutannya, sejak kecil memiliki karakter percaya diri. Terlebih, di hadapan kamera dan orang-orang baru. Dia selalu tampil ceria.
’’Dari bayi memang suka difoto. Lihat kamera itu nggak minder. Aktif kalau di depan kamera,’’ sebut Octavia Candra Kirana, ibu Baby Kirana.
Menurut Octa, dunia model anak bukan soal good looking semata. Justru cenderung pada kebiasaan dan karakter dalam kehidupan sehari-hari anak. Interaksi anak dengan anggota keluarga dan orang-orang di sekeliling jadi kuncinya.
’’Yang ditampilkan lebih pada kebiasaan anak dalam kehidupan sehari-hari ya. Jadi kita harus ciptakan kebiasaan baik di lingkungan anak,’’ ujar warga Kelurahan Wates Kecamatan Magersari, Kota ini.
Meski begitu, Octa tak bakal memaksa Kirana menjadi model saat dewasa kelak. Sebab, menurutnya, dunia model anak ini sebatas pengembangan potensi minat dan bakat pada putri keduanya itu.
’’Untuk mengembangkan minat dan bakat anak saja. Dengan begini anak bisa belajar untuk mengembangkan kapabilitasnya. Ke depannya, biar Kirana sendiri memilih. Kami support saja,’’ tandasnya.
Diakuinya, dunia model sendiri juga membawa peranan kecerdasan majemuk (multiple intelligence), kecerdasan visual, kecerdasan verbal, kecerdasan logis dan kecerdasan jasmani pada anak.
Sejauh ini, sejumlah ajang foto dan fashion show anak sudah diikuti Kirana. Tidak jarang ia menyabet posisi juara. Bahkan, Kirana kerap menerima endorse make-up, baju, hingga makanan bayi.
’’Yang sering lomba di Surabaya dan Mojokerto sendiri. Kalau total koleksi pialanya sudah hampir 100,’’ sebut Octavia.
Sejumlah capaian Baby Kirana sejauh ini hasil belajar modelling secara otodidak. Lantaran sekolah modelling menerima peserta minimal berusia empat tahun. Namun diakuinya, bakat model tersebut tak jauh dari keluarganya sendiri.
’’Dia sekarang juga sedang fokus belajar balet di Studio Ballet Izora. Karena sekarang anaknya mulai menunjukkan bakat dan minat terhadap gerak dan tari,’’ ucapnya. (oce/ron)
Editor : Fendy Hermansyah