Guru MI Nurul Huda 2 itu menilai, dalam pembelajaran matematika, siswa seringkali dihadapkan dengan teori atau hitungan. Meski begitu, siswa tak pernah diberikan gambaran nyata dalam penggunaannya. ’’Dalam pendekatan STEM, siswa akan dihadapkan sebuah masalah nyata yang harus dicarikan solusi atas permasalahan tersebut,’’ terangnya.
Tika melanjutkan, metode pendekatan STEM bisa dikolaborasikan dengan metode pembelajaran proyek. ’’Sehingga siswa terbiasa melakukan eksperimen untuk memecahkan masalah,’’ ujar guru yang pernah menjadi peserta regular course dari SEAMEO SEAQIM se-Asia Tenggara ini.
Dikatakannya, menjadi guru tak hanya sekadar digugu lan ditiru. Namun, harus berani berinovasi dan mengembangkan keterampilan. ’’Komitmen saya, pengembangan itu bisa diterapkan untuk diri sendiri dan generasi emas di masa mendatang,’’ tutur inisiator Club Bahasa di MI Nurul Huda 2 ini. (oce/ron)
Editor : Fendy Hermansyah