Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Jamur di Tembok dan Plafon Tak Boleh Dibiarkan! Simak 9 Langkah Menghilangkannya

Imron Arlado • Minggu, 31 Mei 2026 | 16:01 WIB
Ilustrasi tembok berjamur (Sumber: petra neunzig/Pinterest)
Ilustrasi tembok berjamur (Sumber: petra neunzig/Pinterest)

 

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Apakah kamu pernah melihat plafon atau tembok rumah berjamur? Jamur biasanya muncul dengan warna hijau seperti lumut, tetapi ada juga yang berwarna abu-abu keputihan hingga hitam. Apa pun warnanya, kemunculan jamur pada plafon dan tembok tidak boleh dianggap sepele karena bisa menjadi tanda adanya masalah kelembapan pada rumah.

Selain mengganggu tampilan rumah, jamur yang tumbuh di plafon dan tembok juga berpotensi berdampak pada kesehatan. Paparan jamur dalam jangka waktu tertentu dapat memicu gangguan pernapasan, seperti sesak napas, asma, sinusitis, iritasi, hingga reaksi alergi, terutama pada orang yang sensitif terhadap spora jamur.

Pada umumnya, jamur pada tembok dan plafon tumbuh akibat kondisi yang lembap karena tingginya kelembapan udara, kurangnya ventilasi, serta adanya kebocoran atau rembesan air. Selain itu, retakan pada dinding dan penggunaan cat yang tidak memiliki perlindungan anti jamur juga dapat memicu pertumbuhan jamur di rumah.

Baca Juga: Kloter 64 dan 66 Mojokerto Ambil Nafar Awal

Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap masalah ini sepele dan membiarkannya begitu saja. Padahal, ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan jamur pada plafon dan tembok sekaligus mencegahnya muncul kembali.

Berikut cara mengatasi munculnya jamur pada plafon dan tembok rumah:

     1.    Temukan terlebih dahulu sumber kelembapan, seperti atap bocor, pipa bocor, rembesan air, atau ventilasi yang kurang baik.

    2.  Gunakan masker dan sarung tangan saat membersihkan jamur untuk menghindari paparan spora jamur. Sebab spora jamur bisa menyebabkan masalah kesehatan jika terhirup atau terkena kulit. 

    3.   Hilangkan lapisan tembok atau plafon yang berjamur dengan cara mengerok atau menyikatnya hingga bersih.

    Baca Juga: Penjor Daur Ulang Kreasi Warga Kota Mojokerto Tembus Banyuwangi

   4. Bersihkan area berjamur menggunakan larutan cuka, kaporit, baking soda, atau cairan pembersih jamur khusus. Jangan lupa membilas permukaan dengan air bersih setelah proses pembersihan selesai.

     5.     Biarkan permukaan tembok dan plafon mengering sempurna terlebih dahulu sebelum dilakukan pengecatan atau perbaikan lebih lanjut.

    6.   Gunakan kipas angin atau dehumidifier untuk membantu mengurangi kelembapan sehingga dapat mempercepat proses pengeringan.

    Baca Juga: Pabrik Gula Gempolkrep, Mulai Musim Giling 2026, Komitmen Dukung Swasembada Gula Nasional

   7.   Amplas permukaan tembok atau plafon agar sisa jamur dan cat yang rusak dapat hilang dengan maksimal. Kemudian, lapisi tembok dan plafon dengan sealer anti lembap, cat anti jamur, waterproofing untuk mengurangi risiko jamur dapat tumbuh kembali.

     8.    Jaga sirkulasi udara tetap lancar dengan membuka jendela secara berkala dan memasang exhaust fan jika diperlukan.

     9.     Amati secara berkala area plafon dan tembok, terutama saat musim hujan, sehingga tanda-tanda munculnya jamur dapat segera diatasi.

Meskipun jamur yang muncul hanya sedikit, sebaiknya segera dibersihkan agar tidak menyebar ke area lain. Jangan mengabaikan tanda-tanda kecil seperti ini, karena kondisi rumah yang bersih dan bebas jamur dapat membantu menjaga kesehatan seluruh penghuni.

Perlu diingat, kesehatan tidak hanya ditentukan oleh makanan yang dikonsumsi atau seberapa sering kita berolahraga, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan tempat tinggal yang bersih, sehat, dan nyaman. ASIKHA

Editor : Imron Arlado
#berjamur #jamuran #membersihkan #tembok #plafon