JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Di era digital seperti sekarang, penggunaan gawai telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari. Berbagai aktivitas, mulai dari mengakses internet hingga berkomunikasi melalui media sosial, kini banyak dilakukan melalui perangkat ini.
Gawai juga mempermudah pertukaran informasi secara cepat, terutama dalam situasi penting maupun darurat. Namun di balik kemudahan tersebut, penggunaan yang berlebihan berpotensi menimbulkan kecanduan dan membawa berbagai dampak negatif bagi penggunanya.
Berikut dampak buruk kecanduan gawai yang perlu diketahui:
1. Mengganggu kesehatan mata dan memicu keluhan fisik
Penggunaan gawai secara berlebihan bisa membuat mata cepat lelah, kering, hingga menyebabkan penglihatan kabur atau minus bertambah. Selain itu, sering muncul keluhan seperti sakit kepala, pegal di area leher dan punggung, bahkan membuat mata berair akibat terlalu lama menatap layar.
Baca Juga: Rekomendasi Kuliner Keluarga di Mojokerto: Tempat Nyaman dengan Menu Lezat untuk Semua Usia
2. Menurunkan kualitas tidur hingga berisiko insomnia
Kebiasaan menggunakan smartgawaihone sampai larut malam dapat menyebabkan gangguan tidur. Paparan cahaya layar juga menghambat hormon tidur, sehingga membuat seseorang sulit tidur dan akhirnya kurang istirahat.
3. Menurunkan konsentrasi dan prestasi belajar
Bagi pelajar, kecanduan gawai dapat berdampak pada penurunan prestasi. Hal ini terjadi karena sulitnya berkonsentrasi, sehingga waktu yang seharusnya digunakan untuk belajar justru habis untuk menggunakan gawai.
4. Memicu masalah kesehatan mental
Penggunaan berlebihan dapat meningkatkan risiko stres, kecemasan, hingga depresi. Bahkan muncul fenomena nomophobia, yaitu rasa takut berlebihan saat jauh dari gawai, yang bisa menganggu kondisi psikologis.
Baca Juga: Mengenal Kopi Sontoloyo di Trawas, Tempat Nongkrong dengan Konsep Rumah Joglo
5. Mengurangi kemampuan bersosialisasi
Interaksi langsung dengan orang sekitar cenderung menurun karena lebih sering berkomunikasi lewat gawai, sehingga kemampuan bersosialisasi dapat menurun.
6. Menurunkan aktivitas fisik dan berisiko obesitas
Penggunaan gawai yang berlebihan dapat membuat seseorang kurang bergerak. Ditambah kebiasaan makan sambil bermain gawai dan pola tidur yang tidak teratur, kondisi ini berisiko meningkatkan kelebihan berat badan atau obesitas.
7. Mengganggu kemampuan berpikir dan pengambilan keputusan
Kecanduan gawai dapat membuat seseorang kesulitan menyelesaikan masalah dan mengambil keputusan secara tepat karena terlalu bergantung pada teknologi.
Baca Juga: Kisah Runtuhnya Pabrik Gula di Mojokerto, Terapkan Taktik Bumi Hangus agar Tak Dikuasai Musuh
8. Berpotensi menimbulkan risiko keselamatan
Menggunakan gawai saat berjalan atau berkendara bisa meningkatkan risiko kecelakaan karena kurangnya fokus terhadap lingkungan sekitar.
Jika kamu merasa sudah berada pada tahap kecanduan gawai, sebaiknya mulai mengurangi penggunaannya, terutama saat tidak diperlukan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mencari hobi positif atau meluangkan waktu bersama teman dan keluarga agar perhatian tidak terus terfokus pada gawai. Namun, jika kondisi tersebut dirasa sudah cukup parah, disarankan untuk mencari bantuan profesional. ASIKHA
Editor : Imron Arlado