Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Dari Wattpad ke AU: Perkembangan Sastra Digital di Era Media Sosial

Imron Arlado • Senin, 27 April 2026 | 19:01 WIB
Perkembangan sastra dari platform seperti Wattpad hingga tren AU di media sosial. (Sumber: Leila/Alghamdi M/Marisa Sias/Pixabay/Pinterest)
Perkembangan sastra dari platform seperti Wattpad hingga tren AU di media sosial. (Sumber: Leila/Alghamdi M/Marisa Sias/Pixabay/Pinterest)

 

JAWA POS RADAR MOJOKERTO – Seiring berkembangnya teknologi, berbagai aspek kehidupan ikut mengalami perubahan dan penyesuaian, termasuk dalam bidang sastra. Salah satu bentuknya adalah kemunculan sastra digital, yaitu karya sastra yang dibuat, disebarkan, dan dibaca melalui teknologi seperti internet dan smartphone.

Selain lebih mudah diakses, sastra digital juga lebih fleksibel, interaktif, serta memberi kebebasan bagi penulis dan pembaca untuk berkreasi dan berkomunikasi. Pada awalnya, sastra digital mulai berkembang seiring hadirnya internet melalui berbagai situs web sastra. Namun, bagi generasi Z, sastra digital lebih dikenal melalui aplikasi seperti Wattpad.

Wattpad menjadi salah satu bukti nyata sastra digital yang digemari kalangan remaja dan sempat booming pada sekitar tahun 2015 dengan beragam pilihan genre. Banyak karya dari platform ini yang kemudian dibukukan dan sukses di pasaran.

Baca Juga: Jasa Medis Implan KB Diarahkan ke BPJS Kesehatan

Contohnya novel Mariposa karya Luluk HF, Septihan karya Poppi Pertiwi, serta Geez & Ann karya Rintik Sedu. Melalui karya-karya tersebut, semakin banyak anak muda terdorong untuk menuangkan ide mereka sendiri, terutama karena proses publikasi karya melalui internet atau aplikasi yang lebih mudah dibandingkan dengan penerbitan buku cetak.

Dengan demikian, Wattpad menjadi aplikasi yang dapat meningkatkan minat literasi dan kemampuan menulis para remaja, khususnya siswa. Apalagi melalui sasgtra digital mereka dapat mengembangkan ide yang mereka buat lalu mendapatkan dukungan dan masukan dari pembaca, dengan begitu para remaja dapat terus mengasah kreativitas, meningkatkan kemampuan menulis, serta membangun kepercayaan diri dalam berkarya.

Kini, media sosial seperti X juga menjadi ruang bagi pengguna untuk berkarya melalui bentuk tulisan yang dikenal sebagai AU (Alternate Universe). Pada umumnya, AU merupakan cerita fiksi buatan penggemar yang memanfaatkan karakter populer atau sekadar karakter kesukaan penulis dan mengembangkannya dalam alur serta latar baru dengan berbagai tema.

Baca Juga: Benteng Sekam Rest Area Jalur Pacet-Cangar Mojokerto Direvitalisasi

Fitur yang tersedia di X, seperti thread, reply, retweet, dan like, mendukung terjadinya komunikasi dua arah antara penulis dan pembaca, sehingga umpan balik dapat diperoleh dengan lebih mudah.

AU biasanya disajikan dalam bentuk visual, seperti fake chat dan interaksi antar tokoh melalui media sosial, namun penulis akan menambahkan narasi jika diperlukan untuk mendukung alur cerita. 

Bagi kamu yang tertarik untuk mulai berkarya melalui sastra digital, seperti AU, berikut beberapa rekomendasi aplikasi dan situs web yang dapat digunakan:

Baca Juga: Kontraktor Pasar Desa Sumbersono Mojokerto Segera Dituntut

      1.      iFake

Aplikasi iFake menyediakan berbagai pilihan tampilan fake chat yang cukup lengkap, seperti WhatsApp, X, KakaoTalk, dan lainnya. Selain itu, iFake juga dilengkapi fitur pembuatan story WhatsApp, Facebook, dan Instagram, serta fitur unggahan Instagram dan tampilan lockscreen. Namun, beberapa fitur yang tersedia hanya dapat diakses melalui sistem berlangganan.

      2.      Twinote

Aplikasi Twinote digunakan untuk membuat tampilan fake Twitter/X. Melalui aplikasi ini, pengguna tidak hanya dapat membuat karakter untuk mengunggah foto dan berinteraksi dengan karakter lain, tetapi juga dapat menyesuaikan berbagai fitur seperti search bar, tren, notifikasi, hingga pesan langsung (direct message).

      3.      Write.as

Para penulis AU biasanya menggunakan Write.as untuk mengunggah narasi mereka karena tampilannya yang sederhana dan mudah digunakan, sehingga menjadi pilihan yang tepat, terutama karena proses publikasinya cepat dan instan.

Baca Juga: Temuan Struktur Kuno di Beloh Mojokerto Diuruk

     4.      Medium

Sama halnya dengan Write.as, Medium juga digunakan oleh penulis AU untuk mengunggah narasi mereka. Namun, Medium saat ini memiliki batasan jumlah unggahan per hari bagi pengguna yang tidak berlangganan.

     5.      Pinterest

AU yang mengandalkan visualisasi dalam penyampaian alur cerita membutuhkan banyak foto dengan kualitas baik, resolusi tinggi, dan mudah diakses. Oleh karena itu, Pinterest menjadi salah satu pilihan yang direkomendasikan untuk menunjang kebutuhan visual dalam penulisan AU.

Pada akhirnya, perkembangan sastra digital membuka banyak peluang bagi siapa saja untuk berkarya. Kamu bisa mulai dari menulis di Wattpad untuk mengasah narasi, atau mencoba membuat AU jika tertarik dengan visual. ASIKHA

Editor : Imron Arlado
#Wattpad #au #digital #sastra indonesia #sastra