Sepak bola tak melulu tentang pemain. Ada sosok-sosok sentral di balik layar yang berperan penting dalam penampilan sebuah tim.
Seperti Firdausi Kahfi Maulana, fisioterapis asal Kota Mojokerto yang sudah melanglang buana di Liga 1, dan kini menjadi dosen di bidang olahraga.
SELAMA dua musim terakhir, Firdausi menjadi bagian dari klub Dewa United. Sebagai seorang fisioterapis, ia bertugas menangani pemain yang mengalami cedera.
Dari proses rehabilitasi, diagnosis hingga pemulihan. ”Kita juga terlibat di performa pemain karena yang tahu riwayat cedera kan kita.
Sehingga memberi rekomendasi latihan fisik yang tepat untuk pemain secara spesifik,” jelas pria 29 tahun asal Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan itu, kemarin.
Berkat peran signifikannya ini, setiap pemain yang tampil bisa maksimal. Selama di Dewa United, klub yang bermarkas di Tangerang, Banten, Firdausi menjadi sosok sentral di balik performa apik pemain-pemain top.
Sebut saja Egy Maulana Vikri hingga gelandang mahal asal Yunani, Dimitrios Kolovos. Ia pun kerap berlari ke lapangan ketika pemain mengalami cedera di tengah pertandingan.
Dalam tugasnya, pria yang kini menjadi dosen di Prodi Fisioterapi Unesa, Surabaya itu turut menjadi penentu apakah seorang pemain bisa tampil atau tidak dari segi kondisi fisiknya.
”Kita sebagai medical team memberi input dan pelatih kepala memberi input, baru diambil keputusan,” ujar S1 Fisioterapi Unair dan S2 Mahsa University, Malaysia, tersebut.
Selama bekerja dengan Jan Olde Riekerink, pelatih Dewa United asal Belanda, Firdausi juga belajar tentang pentingnya sport science.
Baik dari segi medis hingga sistem latihan dengan standar tinggi. Hal ini pula yang diharapkannya bisa dibangun di Mojokerto.
”Semua stakeholder harus melek sport science kalau ingin membangun SDM sepak bola,” harap pria yang juga pernah jadi fisioterapis di Persiraja itu.
Sebagai seorang yang berkarir di dunia sepak bola, Firdausi juga membantu mengorbitkan pemain-pemain muda potensial asal Mojokerto agar bisa berkarir di kasta tertinggi.
Salah satunya Aditya Rachmat Apriansya, 17, gelandang SSB Gen-B yang menjalani trial di Dewa United U-17 bersama pelatih Firman Utina. (ris)
Editor : Imron Arlado