RIZKI FIRMANSYAH, Trowulan
SUARA ketukan palu dan pahat bersahutan di bengkel kerajinan belakang rumah David Mardiono, di Dusun Jatisumber, Desa Watesumpak, Kecamatan Trowulan. Kemarin, dia terlihat sibuk menggarap pesanan ukiran piringan berbahan alumunium.
Tangan kanannya memukul alat pahat menggunakan palu kecil. Sedangkan tangan kiri mengarahkan pahat membentuk ukiran binatang mitologi, serupa kucing.
Bahan dasar piringan alumunium ini, sedianya akan dipasang untuk cover boks oli motor gede (moge) Harley Davidson, milik pemesan. ’’Paling sering menggarap bagian custom motor Harley Davidson,’’ ujar David.
Ya, bengkel sederhana di belakang rumah itu memang menjadi tempat rutinitas David mengukir.
Di antaranya, mengerjakan ukiran cover tangki, spakbor, footstep, cover mesin, cover boks oli, tutup pengapian, cover head mesin, handle rem, serta cover karburator.
Keterampilan dalam dunia seni mengukir ini sebelumnya diperoleh David sejak menjadi perajin patung batu di Selo Adji, Dusun Jatisumber, Desa Watesumpak.
Tepatnya, pasca David tamat dari bangku SMP. Di sisi lain, bapak dua anak itu juga menggemari motor custom.
Dari ketelatanen dan keuletan mengukir, cover moge karya tangan (handmade) David belakangan dilirik pecinta moge custom. Baik dari dalam maupun luar negeri.
’’Sekitar tahun 2020 kemarin, saya memutuskan berhenti membuat patung. Dan mulai menekuni pekerjaan ini (mengukir cover moge, Red),’’ ungkap dia.
Tak disangka, keterampilan mengukir yang semula dimanfaatkan David untuk memahat patung, kini berbuah manis. Bahkan, David mulai kebanjiran pesanan dari berbagai negara di empat benua.
Seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, Inggris, Perancis, Qatar, Thailand, hingga Jepang. ’’Sedangkan, pemesan lokal, kebanyakan dari Jakarta, Bandung, Kalimantan, dan Sumatera Barat,’’ sebutnya.
Motif gambar yang digarapnya, hampir sebagian besar mengikuti keinginan buyer atau pembeli. Pesanan dari luar negeri, misalnya.
Biasanya berupa ukiran logo klub motor, binatang mitologi, samurai Jepang, hingga motif suku Indian. ’’Pesanan lokal dominan motif etnis. Seperti motif lokalitas Jawa, Dayak Kalimantan, serta Minangkabau,’’ beber David.
Produk karya tangan kreatif seniman asal Trowulan ini pun dibanderol sesuai dengan tingkat kesulitan ukiran, dan bagian motor custom yang dipesan.
Semisal, ukiran tangki moge custom, dihargai Rp 10 juta, spakbor custom Rp 6 juta, derby cover Rp 2,5 juta, dan cover karburator Rp 1,5 juta.
Selebihnya, footstep dan timing cover, masing-masing Rp 800 ribu. ’’Selama ini pemasarannya hanya lewat sosial media,’’ ungkapnya.
Meski demikian, David mengaku mengalami beberapa kendala dalam hal pengiriman. Termasuk, prosedur ekspor.
Menurutnya, sering kali ongkos pengiriman produk ke luar negeri jauh lebih mahal ketimbang biaya produksi.
’’Omzet per bulannya sekitar Rp 15 juta. Jadi, keuntungan saya biasanya sekitar 50 persen, setelah dikurangi harga bahan, ongkos kirim, dan tenaga produksi,’’ pungkasnya. (ris)
Editor : Fendy Hermansyah