RIZAL AMRULLOH, KRANGGAN, Jawa Pos Radar Mojokerto
TIM dari Direktorat Jenderal (Ditjen) Kebudayaan Kemendikbudristek RI kembali menilik bekas sekolah Soekarno di Jalan Taman Siswa, Nomor 16, Kota Mojokerto, Kamis (21/9) siang.
Mereka mengamati serta mencatat secara detail ruang kelas hingga bagian arsitektur di SDN Purwotengah.
Beberapa sudut bangunan berstatus cagar budaya ini pun juga dilakukan pengukuran.
Termasuk bagian aula atau yang dikenal dengan spilut yang juga tak luput dari pengamatan oleh tim Kemendikbudristek bersama Historia Indonesia ini.
Kedatangan rombongan yang dipimpin Pamong Budaya Ahli Madya Direktorat Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Nusi Lisabilla Estudiantin ini untuk mematangkan rencana pembangunan galeri Soekarno.
”Saat ini kami sedang mengadakan riset. Jadi nanti tentang kontennya isinya apa saja di setiap ruang kelas,” terangnya usai menilik SDN Purwotengah.
Nusi mengatakan, riset di sekolah yang dulu dikenal sekolah ongko loro tersebut akan dielaborasikan dengan hasil survei dan observasi yang telah dilakukan sebelumnya.
Dan, hasilnya akan menjadi acuan untuk mengaplikasikan konten yang akan disuguhkan di ruang pamer nanti.
”Harapannya bisa jadi destinasi wisata sejarah di Kota Mojokerto, juga menjadi ikon selain Majapahit,” tandas kurator dari Museum Nasional Indonesia ini.
Menurutnya, sejarah tentang Koesno atau Soekarno kecil akan kembali dihidupkan di lima ruang kelas pada masa Inlandsche School ini.
Termasuk satu aula yang hingga saat ini masih terjaga orisinalitas bangunannya.
Karena itu, sentuhan pembuatan galeri nanti juga dilakukan dengan tidak mengubah struktur asli dari bangunan peninggalan era kolonial ini.
”Karena treatment gedung cagar budaya beda dengan yang lain,” imbuh Nusi.
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari menyatakan, rencana pembangunan galeri Soekarno merupakan tindak lanjut dari hasil kunjungan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy Juni 2023 lalu.
Sehingga, Ditjen Kebudayaan Kemendikbudristek mengalokasikan anggaran untuk merevitalisasi SDN Purwotengah menjadi galeri.
”Bahwa di Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbudristek ini teralokasikan anggaran untuk sekolah Soekarno yang akan direalisasikan mulai tahun 2023 ini dan insyaallah nanti akan berkelanjutan di tahun berikutnya,” paparnya setelah audisi bersama tim Kemendikbudristek.
Sosok yang akrab disapa Ning Ita ini menyebut, Pemkot Mojokerto menyambut baik terkait realisasi pembangunan galeri Bung Karno.
Karena akan dapat mendukung terwujudnya Kota Mojokerto menjadi kota pariwisata berbasis budaya.
”Hari ini (kemarin, Red) tim dari Kemendikbudristek dan dari Historia Indonesia datang ke sini untuk memastikan karena pelaksanaan kegiatannya akan segera dimulai,” tandasnya.
Rencananya, imbuh Ning Ita, galeri Soekarno di SDN Purwotengah akan diresmikan pada 2024 mendatang. Selain sebagai lembaga pendidikan, sekolah tersebut juga akan dibuka kunjungan bagi wisatawan. (ron)
Editor : Fendy Hermansyah