Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Geliat Wisata di Kebun Jeruk Desa Tangunan, Kabupaten Mojokerto

Fendy Hermansyah • Senin, 10 Juli 2023 | 15:45 WIB

SEGAR: Hafid Muzaqi sedang merawat pohon jeruk di kebun yang dibuka untuk wisata petik di Dusun/Desa Tangunan, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, kemarin.
SEGAR: Hafid Muzaqi sedang merawat pohon jeruk di kebun yang dibuka untuk wisata petik di Dusun/Desa Tangunan, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, kemarin.
Jeruk Muda untuk Minuman, Jeruk Matang untuk Pelancong

Wisata petik jeruk di Desa Tangunan, Kecamatan Puri, banyak dikunjungi warga luar daerah. Mereka menikmati jeruk sepuasnya langsung dari pohon sekaligus menghabiskan waktu libur bersama keluarga.

YULIANTO ADI NUGROHO, Puri, Jawa Pos Radar Mojokerto

SIAPA sangka, di tengah hamparan ladang jagung itu terdapat kebun jeruk seluas 1,5 hektare. Lokasinya berada di tepi jalan raya Dusun/Desa Tangunan sekitar 300 meter selatan perempatan SMPN 1 Puri.

Pada Sabtu dan Minggu, kebun jeruk milik Swantah itu mendadak jadi tempat piknik keluarga.

Memasuki jalan setapak tengah sawah, deretan motor dan mobil terparkir. Lebih dalam ke kebun jeruk, orang tua hingga anak-anak tengah berteduh di bawah pohon.

Sambil bercengkerama, mereka asik menikmati jeruk yang dipetik dari pohonnya langsung. ”Adik saya penasaran ingin petik jeruk langsung, jadinya tadi ke sini sekalian sama keluarga besar,” ujar Suwarti, ibu dua anak asal Sidoarjo.

Suwarti dan puluhan keluarga lain siang kemarin (9/7) sedang berwisata petik jeruk di kebun yang dikelola oleh keluarga Swantah tersebut. Dengan membayar tiket masuk Rp 10 ribu per orang, mereka bisa sepuasnya menikmati jeruk di tempat.

Anak-anak tampak riang berlarian ke sana kemari, beberapa ibu-ibu sibuk memilih jeruk yang dianggap punya rasa paling manis lalu segera dimasukkan ke tas plastik. ”Liburan sekaligus wisata edukasi juga ke anak,” imbuh Ninda, pengunjung lain asal Gresik.

Hafid Muzaqi, pengelola kebun jeruk mengatakan, wisata petik yang dibuka setiap akhir pekan itu biasa didatangi pengunjung dari berbagai daerah. Selain Sidoarjo dan Gresik, ada pula pelancong asal Pasuruan.

Kalau pengunjung dari Mojokerto sendiri, mereka biasanya datang bersama rombongan sekampung. ”Kadang naik kereta kelinci, anak-anak dan orang tua,” kata putra pertama Suwantah tersebut.

Kebun jeruk yang terdiri dari dua petak ini dibuka sebagai tempat wisata sejak tiga tahun terakhir. Ada sekitar 800 pohon jeruk berusia paling tua sembilan tahun yang ditanam.

Sekali panen, tak kurang dari 500 kuintal jeruk jenis siam bisa didapat. Sedikitnya omzet Rp 40 juta bisa diraup dalam sekali panen. ”Panennya setahun dua kali pada bulan Juli sampai September,” tutur pria 32 tahun tersebut.

Di sekitar Desa Tangunan banyak kebun jeruk yang dibuka untuk wisata. Para pengunjung terkadang kecele karena banyak tempat yang sudah tutup karena kehabisan jeruk. Kondisi demikian yang kemudian akhirnya mendorong Suwantah menjadikan kebunnya untuk wisata.

Jauh sebelum dikenal sebagai lokasi wisata petik, jeruk hasil perkebunan itu dijual ke pengepul untuk dipasok ke restoran di Surabaya. Jeruk-jeruk muda tersebut diolah menjadi berbagai minuman. ”Kalau jeruk yang muda-muda dipakai untuk jeruk peras, sisanya yang matang dibuka untuk wisata,” ungkap dia.

Hafid menyebut, perawatan kebun jeruk membutuhkan ketelatenan. Dua minggu sekali, dirinya harus menyemprotkan pestisida untuk mengusir hama pohon. Pohon jeruk yang berumur 2,5 tahun sudah mulai berbuah.

Usia jeruk rata-rata mulai dipanen muda saat berumur 4-6 bulan. ”Satu pohon bisa berbuah dua kali dalam setahun. Kalau perawatannya bagus, sampai umur sembilan tahun masih bisa berbuah,” tandasnya. (ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#jeruk #dlanggu #petik buah jeruk #jagung #petik apel #wisata #Ladang #mojokerto #kebun