Dengan mengandalkan pakan pabrikan dan bibit lele jenis berlian, dia mampu meraup pendapat Rp 8,5 juta setiap kali panen. Keberhasilan ini pun menginspirasi warga lainnya untuk menjadi peternak lele.
Dengan keterbatasan lahan yang dimiliki karena berada di tengah permukiman warga, Totok Winaryo, warga Lingkungan Karanglo, Kelurahan wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, sukses menjadi peternak lele.
”Dulu itu pekerjaan saya menjual kopi dan sebagai kuli bangunan. Tapi setelah menggeluti peternakan lele ini, Alhamdulillah hasilnya sangat menguntungkan,” ungkap Totok.
Kuli bangunan berusia 56 tahun ini, berternak lele menggunakan teknik bioflok. Sebanyak 2 ribu hingga 5 ribu bibit ikan lele ditebar di kolam berdiameter dua meter, dengan tinggi satu koma dua meter.
”Metode bioflok ini tidak membutuhkan lahan yang luas, dan kolamnya bisa dipindah-pindah. Jadi memang cukup mudah untuk menggunakan metode bioflok,” imbuh dia.
Selain minimnya tempat pemanfaatan kolam bioflok sebagai media beternak lele ini karena pertumbuhan ikan bisa maksimal dibanding media kolam lainnya. Di samping tidak banyak mengeluarkan biaya perawatan.
”Artinya tidak harus setiap hari melihat kondisi ternak lele. Kita bisa sewaktu-waktu melihat perkembangan ikan dari sistem ini,” tuturnya.
Untuk bibit lele, Totok Winaryo memilih jenis berlian. Lele jenis ini dinilai memiliki kekebalan tubuh yang kuat. ”Bibit jenis berlian ini tahan di segala cuaca, lebih cepat panen. Sekitar dua setengah bulan dari pembibitan sudah bisa panen,” tandasnya.
Menurut Totok Winaryo usaha ternak lele digeluti sejak delapan bulan lalu. Agar hasil panen melimpah, selama ini dia mengandalkan pakan pabrikan dan tidak memberi lele dengan pakan lain seperti ayam tiren.
Dengan menggunakan media bioflok dan lele jenis berlian, Totok Winaryo mampu meraup untung jutaan rupiah setiap untuk sekali panen, atau 60 persen dari modal yang dikeluarkan sejak pembelian bibit lele serta pakan.
”Kalau kita menebar bibit sekitar 5 ribu ekor, kalau panen kita mendapatkan uang total Rp 8.500.000,” paparnya.
Sehingga karena hasil yang cukup menjanjikan, Totok Winaryo menginspirasi warga untuk menjadi peternak lele. Dari situ warga di Lingkungan Karanglo, Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto dikenal sebagai kampung lele. (ris)
Editor : Fendy Hermansyah