Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Menilik Bekas Pabrik Gula Perning di Jetis Mojokerto

Fendy Hermansyah • Selasa, 25 April 2023 | 06:41 WIB
IKONIK: Bekas stum atau pangkal tungku pemasan tebu di kompleks eks PG Perning, Desa Perning, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. (Yulianto Adi Nugroho/JPRM)
IKONIK: Bekas stum atau pangkal tungku pemasan tebu di kompleks eks PG Perning, Desa Perning, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. (Yulianto Adi Nugroho/JPRM)
Pernah Jadi Kantor Polsek dan Koramil, Kini Jadi Tempat Mabuk-Mabukan

Bekas pabrik gula (PG) Perning, Kecamatan Jetis, menyisakan bangunan-bangunan sarat nilai sejarah. Kompleks perkantoran, rumah dinas, dan stum tempat memasak tebu serupa tugu masih berdiri kokoh hingga kini.

YULIANTO ADI NUGROHO, Jetis, Jawa Pos Radar Mojokerto

Di era kolonial, PG Perning menjadi salah satu poros industri di Mojokerto. Kompleks bekas pabrik pengolah tebu ini menempati lahan seluas tujuh hektare. Yang masih tersisa sekarang adalah beberapa bangunan perkantoran, rumah dinas pegawai, dan stum atau pangkal tungku pemasak tebu.

Deretan bekas rumah dinas saat ini dimanfaatkan sebagai tempat tinggal para pegawai pabrik gula di Mojokerto. Mode rumah masih dipertahankan dengan arsitektur khas Belanda. Selain rumah, sebagian besar gedung kini dalam kondisi kosong namun tetap terawat. ”Ada penjaga yang rutin membersihkan,” kata Desi Arisandi Satna, 35, warga setempat.
Bekas pabrik yang berada tepat di tepi Jalan Raya Mojokerto-Gresik ini menjadi aset milik PTPN X. PG Perning diperkirakan sudah berumur lebih dari seabad. Tampak pada beberapa bagian bangunan terpahat angka tahun 1901 dan 1913. Tahun-tahun ini diyakini sebagai awal berdirinya pabrik.

Pada masanya, pabrik gula Perning terhubung dengan sejumlah pabrik gula lain yang dikelola Belanda di Mojokerto, salah satunya PG Gempolkrep yang eksis hingga sekarang. Sampai akhirnya jelang kemerdekaan, kompleks pabrik milik penjajah tersebut diduduki tentara pemberontak. Mereka menempatinya sebagai markas untuk tempur. ”Setelah menang dikuasai oleh pemerintah dan jadi kantor pemerintahan. Dulu seperti istana,” tutur Nur Sun’ah, warga Dusun Sidogede yang kampungnya berada di belakang kompleks bekas PG.

Nenek 66 tahun ini menyebut, kompleks pabrik gula sempat dialihfungsikan menjadi pusat pemerintahan Kecamatan Jetis. Perkantoran yang tertutupi rimbunnya pohon raksasa itu sempat menjadi kantor camat, polsek, dan koramil. Baru pada 1980-an, pusat pemerintahan kecamatan digeser ke Desa Kupang dan bertahan sampai sekarang.

Bagian bekas PG Perning yang paling ikonik adalah pangkal stum. Bangunan dengan bata merah yang menyerupai tugu ini berdiri kokoh dengan rerumputan yang tumbuh di atasnya. Dengan tinggi sekitar 15 meter, bangunan ini banyak dijadikan spot selfie. ”Kadang anak-anak muda ke situ buat nongkrong-nongkrong juga. Sayangnya kalau malam sering dipakai mabuk-mabukan,” keluhnya.

Bekas stum ini berjarak sekitar 300 meter dari jalan raya. Ada semacam lubang lorong di bagian tengah bangunan sehingga lebih menyerupai tugu. Dulunya, bangunan ini adalah tungku pengolahan tebu menjadi gula. Saat langit sedang cerah, bangunan ini terlihat begitu megah. (adi/ron)

Editor : Fendy Hermansyah
#pg perning #tol mojokerto #kabupaten mojokerto #Majapahit #pemkab #mojokerto kota #kota onde-onde #pemkot #trawas #pacet #sooko #kerajaan majapahit #jetis #wisata mojokerto #kuliner mojokerto #Kota Mojokerto #mojokerto #soekarno #pabrik gula #trowulan #onde-onde