Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Menggeliatnya Bisnis Layanan Live Streaming di Mojokerto

Fendy Hermansyah • Senin, 18 Juli 2022 | 19:21 WIB
PELUANG BARU: Tim Mepet Production saat melakukan kegiatan live streaming. Layanan siaran langsung ini banyak dibutuhkan.
PELUANG BARU: Tim Mepet Production saat melakukan kegiatan live streaming. Layanan siaran langsung ini banyak dibutuhkan.
Dari Coba-Coba, Kini Jadwal Dua Bulan ke Depan Sudah Padat

Berangkat dari kejenuhan akibat pembatasan pandemi Covid-19, sejumlah pemuda di Dusun/Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar merintis bisnis live streaming. Berkat jasa mereka, acara kondangan pun disaksikan secara langsung melalui berbagai kanal media sosial (medsos).

YULIANTO ADI NUGOROHO, Mojoanyar, Jawa Pos Radar Mojokerto

MELIHAT padatnya jadwal Mepet Production sampai dua bulan ke depan, jasa live streaming tampaknya mulai banyak dibutuhkan. Setidaknya ada 13 kegiatan, dan 11 di antaranya disiarkan secara langsung bakal ditangani oleh jasa live streaming yang digawangi Syihabur Rohman dan kawan-kawannya tersebut. Belasan acara itu meliputi pengajian, panggung musik, acara penyuluhan, pernikahan, hingga stand up comedy.

”Acara yang paling besar pengajian bareng Cak Nun pada September nanti,” ujarnya, kemarin (17/7). Zhibur, panggilan Syihabur Rohman mengatakan, jasa yang secara khusus melayani program live streaming terbilang masih baru di Mojokerto. Selama ini, kegiatan siaran langsung paling banyak dijalankan oleh divisi media masing-masing lembaga.

Dia mencontohkan TVNU (channel milik Nahdlatul Ulama) dan tim media milik Pemkot Mojokerto. ”Kalau untuk pihak ketiga apalagi kelompok pemuda kayaknya belum ada,” imbuh warga Dusun/Desa Lengkong, Kecamatan Mojoanyar tersebut.

Ide untuk membuat layanan live streaming itu berangkat dari perkumpulan anak-anak muda di Dusun Lengkong. Mereka membentuk kelompok bernama Squad Gang Tellu dan menyelenggarakan sejumlah kegiatan rutin seperti podcast dan rekaman musik. Kelompok yang lahir atas kejenuhan bersama karena pandemi Covid-19 tersebut kian berkembang dan akhirnya sampai pada pendirian Mepet Production. ”Kita kumpul juga karena Covid-19. Kita standby tidak kuliah tidak kerja, terus bergabung di kelompok ini. Barokahnya Covid-19 ini,” ungkapnya diiringi tawa.

Peluang bisnis layanan live streming yang cukup besar mendorong dirinya dan tim serius mengurus Mepet Production. Maklum, mereka live streaming untuk kali pertama hanya didasari coba-coba. Momen pengajian 1 Muharram di kampung mereka sendiri November tahun lalu itu disiarkan secara langsung di channel YouTube Mepet Production dan ternyata mendapat sambutan baik. Baik dari warga maupun pemirsa. ”Kita live sendiri dengan alat seadanya dengan satu kamera,” kenangnya.

Seiring berjalannya waktu, Zhibur dan timnya terus membenahi kualitas dan melengkapi peralatan live streaming. Termasuk dirinya, kini ada tujuh personel Mepet Production. Sebagian besar personel berusia muda. Kecuali Zibur yang sudah berusia 42 tahun, lainnya masih bujangan. Mereka semua memiliki pekerjaan utama seperti buruh pabrik, desain grafis, hingga ada yang masih kuliah. ”Untuk satu kegiatan biasanya melibatkan empat orang. Bergantung jenis acara dan siapa yang siap,” ujar pria 42 tahun tersebut.

Zibur mengungkapkan, jasa live streaming bisa menjadi bisnis yang menjanjikan. Ke depan, keberadaan layanan itu disebutnya kian dibutuhkan. Acara yang di-live muncul di berbagai platform. Mulai dari YouTube, Facebook, sampai Instagram secara berbarengan. ”Itu juga bisa tayang di berbagai akun,” imbuhnya. Keberadaan live streaming dapat memangkas ruang. Peserta pengajian atau tamu kondangan bisa turut menyaksikan kegiatan kendati berhalangan hadir. ”Sudah zamannya setiap event-event di era sekarang pasti di-live. Sudah kayak kebutuhan juga,” tuturnya. (ron)
Editor : Fendy Hermansyah
#kabupaten mojokerto #Majapahit #kota onde-onde #Mojopahit #sekolah soekarno muda #jasa live streaming #Kota Mojokerto #mojokerto #trowulan #onde-onde