Berita Daerah Berita Terbaru Ekonomi Bisnis Event JPRM Features Figur Hukum & Kriminal Jangan Baca Journey Kelana Desa Kesehatan Lifestyle Misteri Mojokerto Nasional Olahraga Pendidikan Peristiwa Politik Politik & Pemerintahan Ramapedia Sambel Wader Sejarah & Mojopedia Seni & Budaya Sportmojok Wisata & Kuliner

Perketat Penilaian Lomba, Panitia Gebyar PAUD Ceria 2026 Tetapkan Indikator

Indah Oceananda • Rabu, 27 Mei 2026 | 03:53 WIB
PERDANA DAN TERBESAR: Pelaksanaan lomba mewarnai siswa jenjang TK dan RA di Kecamatan Mojosari, beberapa waktu lalu. (Indah JPRM)
PERDANA DAN TERBESAR: Pelaksanaan lomba mewarnai siswa jenjang TK dan RA di Kecamatan Mojosari, beberapa waktu lalu. (Indah JPRM)

 

KABUPATEN - Usai 18 kecamatan mengirimkan nama-nama peserta terbaik, kini panitia mulai menetapkan indikator penilaian. Dari enam lomba yang digelar, penampilan peserta yang dinyatakan lolos grand final di tingkat kabupaten kian diperketat. 

Ketua Panitia Gebyar PAUD Ceria 2026 Bersama Ning Hanna, Ahmad Basuni mengungkapkan, masing-masing indikator penilaian lomba sudah ditetapkan. Baik untuk lomba mewarnai, kolase, finger painting, fashion, serta video bercerita dan mendongeng. ”Untuk menentukan yang terbaik saat di kabupaten nanti, kami sudah menetapkan indikator penilaian untuk tampilan peserta,” katanya, kemarin (26/5). 

Dia menuturkan, untuk lomba mewarnai tingkat TK dan RA, terdapat empat aspek yang akan dinilai. Meliputi, komposisi warna (gradasi dan keserasian warna), kerapian dan kebersihan (warna tidak melewati bidang gambar dan tidak kotor), serta kreativitas (penambahan gradasi, kontur atau pola), hingga finishing. ”Untuk finishing, penyelesaian akhir dari tampilan karya peserta,” terangnya. 

Berikutnya untuk lomba kolase, aspek yang dinilai antara lain, kreativitas (keunikan teknik menempel dan kombinasi bahan), kerapian (kebersihan karya dan kerapian tempelan), dan komposisi (keserasian warna dan bahan yang digunakan). ”Serta kesesuaian tema karya, harus sesuai dengan yang ditentukan panitia,” beber dia. 

Di lomba finger painting, ada aspek penilaian dari komposisi warna, yakni gradasi dan keserasian warna. Di samping itu, dari indikator kerapian dan kebersihan (warna tidak melewati bidang gambar dan tidak kotor), serta kreativitas (penambahan gradasi, kontur atau pola). ”Sama seperti lomba mewarnai, juga ada aspek penilaian finishing atau penyelesaian akhir,” jelas Basuni. 

Sedangkan untuk lomba fashion, aspek yang dinilai dewan juri adalah desain busana, penguasaan panggung (keberanian dan kepercayaan diri), ekspresi (keceriaan dan senyum), serta keserasian (tema baju, aksesori, dan make up). ”Untuk catwalk atau cara berjalan dan pose anak juga akan diperhatikan dan jadi penilaian,” imbuhnya. 

Terakhir, untuk lomba video bercerita dan mendongeng, aspek penilaiannya meliputi, keserasian tema, ekspresi dan penghayatan (baik dari ayah, guru, dan anak), serta penguasaan materi cerita. ”Aspek kreativitas dalam membawakan cerita juga masuk dalam kategori penilaian,” tuturnya. 

Event hasil kerja bareng Jawa Pos Radar Mojokerto dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto ini merupakan rangkaian dalam rangka menyambut Hari Anak Nasional 2026 sekaligus memperingati Hari Jadi ke-733 Kabupaten Mojokerto. Bertema Menebar Senyum, Merajut Asa Menuju Mojokerto Hebat, acara ini menjadi kegiatan terbesar dan digelar perdana bagi jenjang pendidikan usia dini.

Sebab, dengan menggandeng empat lembaga di bawah naungan IGTKI, IGRA, HP3, serta HIMPAUDI, ada beragam jenis lomba yang digeber dengan total peserta mencapai 48 ribu siswa. ’’Tidak hanya peserta didik, beragam lomba yang digelar juga melibatkan pendidik dan orang tua siswa,’’ imbuh Basuni.  

Gelaran lomba tersebut diharapkan dapat mengasah kreativitas anak didik sejak dini. Sekaligus memacu sportivitas mereka dalam berkompetisi. ’’Diharapkan, kegiatan ini bisa mewujudkan peserta didik menjadi generasi berkarakter, ceria, dan gigih,’’ tandasnya. (oce/ris)

 

Editor : Fendy Hermansyah
#ning hanna #Gebyar PAUD Ceria 2026 Bersama Ning Hanna #event jawa pos radar mojokerto #himpaudi kabupaten mojokerto