MOJOKERTO RAYA - Jawa Pos Radar Mojokerto (JPRM) mulai menjaring muazin cilik lewat gelaran Lomba Azan 2026. Dibuka bagi siswa SD/MI se-Mojokerto Raya, pendaftaran event yang digulirkan Senin (23/2) besok itu dibuka secara kolektif maupun mandiri.
Koordinator Panitia Lomba Azan 2026 Fendy Hermansyah menuturkan, panitia JPRM membuka secara lebar pendaftaran lomba azan bagi pelajar SD/MI di Mojokerto Raya. Peserta bisa mendaftarkan diri melalui sekolah atau mandiri kepada panitia. ’’Untuk mandiri, peserta bisa mendaftarkan melalui google form yang tertera di koran Jawa Pos Radar Mojokerto,’’ bebernya, kemarin (17/2).
Jika secara kolektif, peserta bisa langsung menyetorkan data diri melalui sekolah masing-masing. Panitia tidak membatasi jumlah peserta yang akan mewakili lembaga. ’’Yang jelas, lomba ini sifatnya individu, jadi jumlah peserta dari satu lembaga tidak dibatasi,’’ ungkapnya.
Dengan tema Gema Suara Langit: Mencari Muazin Masa Depan, gelaran event yang akan dilaksanakan mulai pekan depan tersebut diharapkan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap syiar agama Islam.
Lomba azan ini digelar, salah satunya juga untuk mendekatkan nilai keagamaan sejak dini kepada peserta didik. ’’Lewat lomba azan ini, kami ingin menggali potensi anak-anak di Mojokerto Raya yang berbakat sebagai muazin cilik. Sehingga kami buka bagi jenjang SD/MI,’’ katanya.
Adapun untuk teknis pelaksanaan Lomba Azan, nantinya peserta tampil berdasarkan nomor undian yang diambil saat technical meeting (TM). ”Khusus dalam lomba ini, peserta bisa mengumandangkan azan bebas untuk waktu salatnya, kecuali azan Subuh, yang notabene memiliki tambahan kalimat,’’ terangnya.
Masing-masing peserta diberi waktu penampilan maksimal 5 menit. Mulai dari salam pembuka hingga salam penutup. ’’Saat tampil, peserta wajib mengenakan pakaian muslim yang rapi, sopan, dan menutup aurat. Disarankan seperti baju koko, peci, dan sarung atau celana panjang,’’ ungkap dia.
Selama menunjukkan penampilan, nantinya peserta akan dinilai oleh dewan juri yang telah ditentukan panitia. Sedangkan untuk kategori penilaian akan dibagi menjadi tiga poin utama.
Di antaranya, aspek makhraj dan tajwid (ketepatan huruf, panjang-pendek lafal, dan kejelasan suara), aspek irama dan suara (keindahan irama, kejernihan suara, dan pengaturan napas), serta aspek adab dan penampilan (kerapian pakaian, ketenangan, dan kesopanan di atas panggung).
’’Untuk aspek makhraj dan tajwid dinilai dengan bobot 40 persen, kemudian dua aspek lainnya berkontribusi masing-masing 30 persen dari penilaian dewan juri,’’ tandasnya. (oce/ris)
Editor : Fendy Hermansyah